Tanggal 30 April 2011 kemarin kami melakukan field trip ke Monas, seingatku hanya 2 kali aku mengunjungi monas seumur hidupku itupun waktu aku masih sekolah SD dan SMP saat studi tour. kita berangkat menggunakan angkutan umum bis kota, namun ketika tiba dijakarta hujan deras mengguyur dan akhirnya kita melanjutkan perjalanan menggunakan busway hingga stasiun kebon sirih. hujan kembali menderas , tadinya kita berencana untuk langsung ke monas akhirnya kita menuju Megaria untuk mengisi perut dengan bernostalgia dengan ayam bakarnya. wah jadi inget waktu kuliah dulu.
setelahhujan reda, perut sudah terisi dan menunaikan shalat dhuhur, kami melanjutkan perjalanan ke Monas.
Tidak banyak berubah dari monas terutama interior /bagian dalam nya, diorama masih seperti dulu, kecuali taman diluar monas yang kini sangat terawat dan asri, hanya saja banyaknya pedagang asongan cukup mengganggu. Aku senang sekali bisa mengajak anak-anakku melihat-lihat diorama sambil sedikit banyak kuceritakan secara singkat cerita dalam diorama itu. syamil dan ninis tampak sangat antusias dan menyimak ceritaku dia juga tampak penasaran dan banyak bertanya.
Ketika kami ingin menuju puncak monas, waduh...ngantri boo. karena kebetulan hari ini week end, jadi sedang banyak2nya pengunjung. daripada harus ngantri berjam-jam akhirnya kita memilih beristirahat di pelataran monas, kemudian berkeliling dengan menyewa speda tandem. Dengan membayar Rp.15 ribu untuk 30 menit berkeliling monas, lumayanlah kebetulan cuaca sore ini cerah meski sebelumnya hujan deras. asyik anak-anak enjoy banget.
Setelah puas berkeliling monas saatnya kita menunaikan shalat ashar. karena monas letaknya bersebelahan dengan masjid Istiqlal maka kita shalat disana. Agak gondok dan kesel juga sih karena sempat nyasar nyari kamar kecil di masjid seluas Istiqlal yang konon terbesar di asia tenggara, udah gitu semua pintu wc terkunci lagi, akhirnya aku nekad aja pipis di pancuran disamping kamar kecil. mumpung sepi.hehehe
eh karena aku ga bawa mukena bingung deh cari2 mukena pinjaman yang biasanya disediakan gratis di masjid. Eh ada ibu2 yang aku kira berbaik hati mau meminjamkan mukenanya, taunya minta imbalan meski katanya seikhlasnya. ditempat penitipan sepatu/sendal juga gitu... seikhlasnya. ga papalah berbagi rezeki.
Setelah selesai shalat kita berencana mencoba es krim Ragusa yang kesohor itu, letaknya di belakang masjid. Tapi penuh banget, jadi batal deh, malah jadi beli makanan nggak jelas dan mahal pula..uhh
Hari mulai sore, badan mulai capek...akhirnya kita back to Tangerang. anak-anak senang banget udah dapat pengalaman menyenangkan hari ini.
 |
| Berpose di depan gedung Bank Indonesia |
 |
| Didepan Monas | | | | | |
 |
| Melihat-lihat diorama sambil bercerita |
 |
| menuju puncak monas, meski akhirnya gagal karena antrean yang membludak |
 |
| Salah satu diorama yang menggambarkan tentang derita para romusha pada saat penjajahan jepang |
 |
| Saat teks proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta |
 |
| Keliling monas dengan sepeda tandem, asyik banget |
 |
| kring kring goes goes... |
 |
| Berpose didepan masjid Istiqlal | |
 |
| Syamil nebeng di depan bareng supir bajaj |
 |
| Ninis menikmati pengalaman naik bajaj dekat supir |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar