Kami baru saja pulang dari berlibur ke Tangerang, sore itu gerimis, kami sudah bersemangat untuk pulang ke rumah mencari Angel yang kata abinya anak-anak, hilang sejak semalam. Kami terpaksa meninggalkan Angel sendiri di rumah karena kami tidak mungkin membawanya ke Tangerang dengan naik bis. kami sangat terkejut dan tidak percaya ketika mendengar berita bahwa Angel sudah mati terlindas mobil, ohhhhhh hiks hiks...kontan saja Ninis menangis memelukku. Syamil terlihat bengong dan matanya berkaca-kaca tapi ia tidak berani menangis karena saat itu sedang banyak teman. Ia baru menangis ketika masuk kedalam rumah.
Sejak awal kepergian kami, Syamil sepertinya sudah punya firasat buruk, ia tampak sangat berat meninggalkan Angel sendiri di luar rumah. Berkali-kali syamil mengatakan "Mi..aku takut Angel mati kalo kita pergi". Berkali-kali pula aku menghiburnya untuk tenang dan Angel akan baik-baik saja. Rupanya kekhawatiran Syamil menjadi kenyataan, Angel sudah mati secara tragis bahkan menurut teman-teman anak-anakku, sebelumnya ia juga menderita karena kehujanan dan disiksa beberapa anak kecil yang nakal. huhuhu...aku sangat trenyuh mendengarnya.
Kini tidak ada lagi Angel si anak kucing lucu yang suka menaiki kakiku, menciumi wajahku saat membangunkan aku di pagi hari dan membuatku terkejut ketika bangun tidur, karena tau-tau ia sudah berada di sampingku dan hampir saja tertindih olehku, tidak ada lagi suara mengeongnya yang manja. tanpa sadar aku menangis dan merasa kehilangan sesuatu yang sangat kusayangi. Angel meski hanya sebentar hadir di keluarga kami, kamu sudah memberi banyak kenangan indah buat kami..
ahh...aneh baru kali ini aku menangisi kematian seekor kucing peliharaan anak-anakku...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar