Kamis, 15 Maret 2012

Belajar Jarimatika

Jarimatika adalah teknik berhitung dengan menggunakan jari-jari tangan. aku sangat tertarik karena kelihatannya simpel dan tidak membutuhkan alat bantu seperti misalnya sempoa. kebetulan di Purwakarta aku menemukan cabang Jarimatika, aku langsung saja semangat mendaftarkan anak-anakku untuk ikut belajar disana. biayanya cukup terjangkau dan cara belajarnya menyenangkan. waktu belajar yang 2 kali seminggu, cukup memberi kesibukan anak-anakku untuk belajar dan bersosialisasi

Syamil ketika kelas 1 SD di tangerang pernah les selama 3 bulan, namun karena masih cengeng dan kesulitan belajarnya akhirnya berhenti. kini ia lebih bisa mengikuti dengan baik dan tidak ada masalah. Ninis juga senang belajar jarimatika. tak disangka cara belajar di sini lebih efisien dan efektif dibandingkan ketika di Tangerang.

Aku berharap teknik ini akan banyak membantu anak-anakku berhubungan dengan angka-angka dan tidak parno seperti aku sama pelajaran matematika.. hehehe.(ngaku nih...lemot kalo urusan ngitung).

Les bahasa inggris di LPIA

Sudah sebulan anak-anakku mengikuti les bahasa Inggris di LPIA (Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika) cabang purwakarta. Berdasarkan hasil placement tes Ninis masuk di level foundation 2  dan Syamil di foundation 3. tapi aku prefer keduanya di foundation 2 karena rata-rata teman sekelasnya seusia. bahkan di foundation 2 ninis tergolong paling kecil. karena biasanya seumur dia berada di level pre-foundation.

Sedangkan syamil akan bergaul dengan anak yang lebih besar kelas 5-6 bila ia berada di kelas foundation 3. Apalagi sebelumnya sang tutor sedianya memasukan Syamil di level basic 1 yang diikuti anak-anak SMP, karena menurutnya hasil placement tes Syamil sangat baik.

Namun menurutku bukan masalah level yang aku pertimbangkan, namun kenyamanan dalam bergaul dengan teman-teman sekelas akan lebih mempengaruhi semangat belajarnya, tentu saja akan berpengaruh pada hasilnya bukan?.

Bagiku menguasai bahasa inggris buat anak-anakku adalah suatu keharusan yang mutlak karena harapanku mereka bisa bersaing di masa depan dengan anak-anak dari belahan dunia lain, siapa tahu mereka juga akan bisa melanglangbuana keliling dunia. so memang sejak kecil aku perkenalkan dengan baha inggris. Kami di rumah juga selalu practice in English. Paling tidak pengalamanku kursus di yayasan LIA tempat kursus paling top selama 4 tahun (aku berhenti ketika memasuki advance1) tidak sia-sia. aku juga bisa meng improve bahasa inggrisku yang sudah banyak menguap. anak-anakku tampaknya akan lebih pintar dariku dalam berbahasa inggris. Insya Allah....

Jadilah aku punya kesibukan baru, antar jemput mereka les, justru aku senang kok.....

Ninis belajar Menari

Ninis sedang latihan tari kupu-kupu

 


Gerakannya masih kaku dan bingung ngikutin pelatihnya hihi..sabar ya ntar juga pinter


         Saat itu hari Minggu,  dua pekan yang lalu, aku dan suami berniat olah raga pagi berdua saja ke Situ Buleud. Situ Buleud adalah landmark kota Purwakarta yang sangat ramai dikunjungi warga Purwakarta pada Minggu pagi untuk berolah raga pagi. 

         Seperti juga di Jakarta pada hari minggu sampai dengan pukul 9.00 jalan raya seputar Situ buleud dilarang untuk dilewati kendaraan bermotor (Car free day) karena jalan raya akan dipenuhi warga yang berolah raga jogging, maupun yang hanya jalan-jalan kaki saja. Disamping itu banyak para penjaja makanan dan lain-lain yang menjajakan dagangannya.

     Hmm asyik juga... tidak dinyana ada sekelompok anak-anak berpakaian penari akan melakukan pertunjukan tari di sisi jalan yang sedang aku lewati. Seketika aku tertarik untuk melihat pertunjukan anak-anak itu. mereka menari tarian sunda klasik yang sangat indah, aku jadi teringat putriku Ninis yang sangat suka menari, dulu waktu masih tinggal di tangerang, pernah ia merengek ingin minta di les kan tari balet. Aku sempat mencari-cari sanggar tari balet dan sanggar tari lainnya di Tangerang. Namun lokasinya sangat jauh dan biayanya lumayan mahal. jadi aku sibuk membujuk Ninis untuk mengurungkan keinginannya les balet.

     Nah, akhirnya ketika pindah ke purwakarta aku berusaha mencari-cari sanggar tari yang memang kebanyakan adalah sanggar tari daerah sunda, akupun berniat untuk mewujudkan keinginan putriku untuk les menari. Pucuk dicinta ulampun tiba...aku dipertemukan dengan sekumpulan anak-anak dari sanggar tari Pitaloka yang sedang menggelar pertunjukan di Situ Buleud. Setelah tanya-tanya langsung ke sang pelatih tari yang dipanggil bunda Erna, akhirnya aku mengajak Ninis untuk melihat ke tempat mereka latihan di pendopo bupati Purwakarta. Eh Ninis sangat antusias dan langsung ingin mencoba ikutan nari, aah senangnya melihat Ninis bersemangat meski gerakannya masih kaku dan banyak keserimpet hihihi... lucu. tapi ia tidak mengeluh dan very happy.

     Esoknya ia merengek minta dibelikan kain dan selendang untuk latihan,ahhhh anakku apapun yang bermanfaat dan positif bagimu apalagi membuatmu bahagia dan tersenyum, aku selalu berusaha memenuhinya semampuku..

Home sweet new home















Kepindahanku ke kota kecil ini merupakan awal yang baru bagi kehidupan keluarga kecilku. Dengan sedikit tersendat-sendat akhirnya terwujud juga rumah mungil impian kami.

Meski belum sepenuhnya ideal bagi kami, karena lahannya terlalu sempit dan hanya memiliki dua kamar tidur. Namun sementara ini Alhamdulillah, kami merasa dipermudah oleh Allah.

Semoga rumah kami senantiasa dirahmati Allah dan diliputi oleh kebahagiaan. bagi kami itulah yang terpenting. bukan sekedar bagus secara fisik namun bagaimana arti rumah itu tidak hanya menjadi sekedar "House" namun menjadi "Home" tempat kami kembali dari kesibukan diluar rumah, tempat membesarkan dan mendidik anak-anak kami dan tempat dimana kami selalu rindu untuk kembali dan berkumpul serta bercengkrama bersama keluarga tercinta.














 Berpose didepan rumah baru kami di Purwakarta