Rabu, 20 Februari 2013

Blog pribadi untuk anak-anakku

foto ini diambil th.2021..ketika Syamil sudah berusia 19 dan Ninis berusia 16 th

Taman kota cantik dekat rumah

Setelah sekian lama,  akhirnya kompleks perumahanku  memiliki sebuah taman kota yang cantik dan sejuk. Aku agak surprise juga melihatnya saat aku melewati taman yang hampir tiap hari kulewati itu sungguh terlihat berbeda banget. Sebelumnya disekitar taman itu banyak berdiri lapak dan  kios liar penjual makanan yang kumuh dan juga dijadikan tempat parkir angkot. Setelah sekian lama taman itu tertutupi seng,  akhirnya hari itu aku takjub melihat perubahan taman kota yang dulu kumuh dan berantakan itu menjelma menjadi taman yang cantik.

Nah saat aku menjemput anak-anak dari les jarimatika aku berinisiatif untuk mampir bermain ke taman kota yang baru itu, anak-anak tentu senang sekali....terimakasih pada pemerintah Kota Tangerang yang ternyata perhatian pada warga perumnas 1 Tangerang, dengan memberikan ruang terbuka hijau yang nyaman untuk tempat bermain bagi masyarakat terutama anak-anak, pokoknya kami senang deh.







Kapan-kapan kami pasti mampir lagi untuk bermain sambil belajar disini dan sambil bawa makan siang... waaah udah ngebayangin enaknya makan lesehan di taman.......asyiik.

Semoga masyarakatnya juga mau menjaga keindahan, kebersihan  dan kelestarian taman kota dengan ikut memeliharanya. Semoga aparat juga bisa bertindak tegas dengan tidak membiarkan pedagang membangun kios dan lapak-lapak kumuh disekitar taman. Karena yang aku tau pedagang liar itu terkenal bandel meskipun sudah digusur tidak lama merekaakan  nekad membangun kembali lapak mereka di sana,  Hhhhhh. semoga amiennn

Selasa, 12 Februari 2013

Recharge semangat ber Homeschooling dengan WEBINAR




Aku baru mengetahui bahwa keluarga Sumardiono atau Mas Aar mengadakan Webinar alias Web seminar alias seminar online, sayangnya aku baru tau setelah webinar sesi 1 selesai,  untungnya masih 6 sesi lagi yang belum dilaunch, asyiiik masih banyak waktu niih untuk daftar. Tanpa buang waktu aku kirim email ke mba Lala untuk info pendaftarannya.Biayanya  tidak terlalu mahal hanya 200 ribu untuk 7  sesi  atau 35 ribu per sesi dan sesi 1 masih dapat kita simak rekamannya supaya ngga lost dan masih bisa nyambung pada saat ikut sesi 2nya.

Seminar diadakan setiap kamis malam jam 7 pm - 9 pm, aku hampir-hampir terlambat mengikuti webinar gara-gara kuota internetku habis dan harus isi ulang pulsa. Duhh mana rada gaptek lagi pas sign in ke wiziq untuk bisa gabung. Tapi alhamdulilah meskipun aku ketinggalan 30 menit saja, dan bisa mengikuti webinar sesi 2 sampai usai.

Pada sesi ini saya banyak mendapat pencerahan tentang metode-metode homeschooling yang bisa diaplikasikan beserta contoh-contohnya. aku jadi merasa bodoh dan picik karena hampir selama ini aku menggunakan metode school at home alias memindahkan gaya belajar sekolah ke rumah yang memang hampir mustahil dilakukan dengan efektif. Ternyata banyak metode belajar yang bisa dilakukan pada anak tanpa membuat anak merasa bosan dan tentumya mengasyikan. karena inti dari homeschooling adalah orangtua itu bukan guru tapi menjadi fasilitator bagi anak. Namun memang orangtua juga dituntut memiliki wawasan dan ilmu yang cukup luas karena paling tidak kita harus ikut belajar bersama anak kita. kata mba Lala esensi dari homeschooling adalah... raising our children...raising ourselves..

Di webinar kita juga bisa bertanya langsung pada Mas Aar tentang apapun yang berhubungan dengan topik dan chating dengan teman-teman peserta webinar lainnya, sambil sharing serta menanggapi topik yang tengah dibicarakan. pesertanya sekitar 50 orang dari seluruh indonesia bahkan ada yang dari luar negeri. seru dan asyik...aku merasa tidak sendiri menjalaninya dan mendapat darah baru bagi homeschooling bagi anak-anakku.Thanks Webinar ntar cerita lagi yaa di sesi berikutnya....masih bersambung soalnya hehe




Ujian untuk homeschooling anak-anakku



Beberapa hari ini aku sempat galau karena Ninis terancam tidak bisa mengikuti ujian UNPK karena menurut oknum diknas yang kutemui, karena Ninis tidak pernah sekolah,  menyebabkannya tidak punya Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan itu berpengaruh pada sulitnya Ninis untuk ikut UNPK nanti. oknum tersebut malah menyarankan agar aku mendaftarkan Ninis terlebih dahulu ke sekolah SD meski sekedar formalitas agar bisa mendapatkan nomor induk supaya bisa ikut UNPK.Tentu saja aku yang yang masih berpikiran bahwa ijasah itu penting, langsung galau dengan legalitas Homeschooling yang dijalani Ninis.

Bodohnya aku, tanpa bertanya dan cari info dulu pada para pakar per homeschoolingan. aku langsung bertanya kebeberapa sekolah SD swasta untuk mendaftarkan Ninis. Namun sayang baru satu sekolah dasar swasta yang aku datangi hasilnya sudah mengecewakan. ketika mereka tahu bahwa Ninis anak Homeschooling dan berniat mendaftar untuk sekolah. mereka langsung bingung karena Ninis sudah berusia 8.5 tahun dan mereka bersikeras untuk menempatkan Ninis di kelas 1 lagi karena menurut mereka NISN hanya bisa didapat siswa mulai kelas 1. Ketika aku memberitahukan bahwa ada UU sisdiknas yang sudah mengatur bahwa HSer bisa pindah ke sekolah formal dengan tes penempatan, mereka tetap bergeming bahwa Ninis tetap harus mengulang dari kelas 1, Hallahh....

Aku pun mencoba untuk bertanya langsung dengan pakarnya Homeschooling yaitu mba Mira Julia, dan mencoba juga bertanya pada PKBM lain tentang prasyarat Ujian Paket A apakah harus memiliki NISN, ternyataaaa............"TIDAK ADA HUBUNGAN NISN DENGAN UNPK PAKET A". syaratnya cuma pas photo saja titik!!!!.

Soooo,...jadi Alhamdulillah Ninis akhirnya melanjutkan HSnya dengan tenang tanpa harus merasa was-was. Ahhh gara-gara kurang informasi, aku hampir saja membuang-buang waktu HS yang selama ini kujalani dan tentunya  biaya. Aku bertekad akan banyak mencari informasi agar lebih mantap menjalani Homeschooling dan tidak lagi terjebak dan tertipu oleh oknum2 yang mencari keuntungan dari ketidaktahuan aku. Bagiku ini merupakan ujian bagiku dalam Homeschooling yang kujalani bersama anak-anakku. kuncinya carilah informasi sebanyak-banyaknya agar Homeschooling berjalan sukses dan percaya diri menjalaninya..

Rabu, 06 Februari 2013

Membuat Lapbook tentang bentuk benda


 

Sudah lama Ninis tidak membuat Lapbook, kali ini ia merengek ingin membuat lapbook pelajaran IPA yaitu tentang bentuk benda yang kategorinya Benda padat, cair dan Gas. Ia terlihat semangat dan asyik mengerjakan lapbooknya dan menggambar sendiri contoh benda-bendanya.

Sebenarnya membuat lapbook adalah cara paling asyik untuk belajar karena selain kita juga mempelajari sebuah tema atau materi pelajaran tapi juga sekaligus berkreasi dengan menggambar, menggunting, melipat dan menulis.

Kadang aku merasa bersalah karena sering tidak sempat menemani anak-anakku membuat lapbook karena memang kadang memakan waktu seharian membuatnya jadi sering tidak sempat dan suka malas..ahhh mestinya aku harus lebih komit lagi ya dengan pilihanku menghomeschoolingkan anak-anakku..dengan membuang rasa malas dan membuang jauh-jauh metode school at home yang sebenarnya membosankan dan sering membuatku terjebak bila sedang malas.

Nah kan...gaya mengajar guru seperti ini nih yang harusnya kuubah,  menerangkan sebentar,  kasih tugas, lalu menyuruh anak mengerjakan.....hasilnya tinggal dinilai..enak bener. Kalo gitu apa bedanya, sama aja kayak sekolah yak.....hallahhhh.................maafkan ummi ya anak-anakku sayang.....harus diupgrade lagi nihhh semangatnya...

Minggu, 20 Januari 2013

Belajar sambil bermain jadi designer

Ninis bercita-cita jadi designer, sebuah profesi yang asyik menurutku. makanya aku selalu mendukung ninis untuk menggapai cita-citanya. mulai dari belajar melukis, main game dress up di internet sampai membelikan mainan Harumika yang lumayan mahal harganya. bagiku belajar jadi designer bagi anak-anak itu adalah bermain yang penting Ninis harus banyak terekspos dengan hal-hal yang berhubungan dengan fashion, baik itu game ataupun mainan2 yang dapat menumbuhkan minatnya terhadap fashion.

Nah...ketika kami sedang jalan-jalan ke Mall, kami mampir ketoko mainan toys city. Ninis ingin dibelikan mainan namanya Harumika. ketika aku lihat harganya...wahh 350 ribu rupiah.aku beli tas harga segitu aja mikir 1000 kali.hmmm tapi demi Ninis dan prinsip aku tadi terpaksa kubelikan juga, meski harus bayar pake kartu kredit. ngutang dulu ahh.

Nah harumika ini adalah mainan untuk anak perempuan yang terdiri dari patung manequin untuk design baju dan beberapa kain untuk dipakaikan pada manequin dan berbagai acsesoris pelengkapnya. mainan ini membutuhkan kreatifitas anak untuk membuat design-design baju boneka. keren kan...







Senin, 14 Januari 2013

Ternyata...PKBM nya dekat lhooo .

Beberapa hari yang lalu aku mengantarkan anak-anakku jajan di kompleks sekolahan sepulang les jarimatika. Mataku menangkap sebuah reklame mengenai pendaftaran Sekolah Paket A,B dan C yang diselenggarakan oleh sebuah PKBM yang bernama Insan Gemilang. reklame itu terpampang di pagar sebuah kantor dinas pendidikan  UPTD karawaci. Aku sempat bingung karena kantor itu dulunya adalah kantor kelurahan dan bukan sekali duakali aku lewat jalan itu. Apalagi sekolah SMA ku juga bersebelahan dengan kantor itu.

Tentu aku girang bukan kepalang...bayangan akan kerepotanku mendaftarkan dan mengantarkan anak-anakku  untuk ikut ujian kesetaraan langsung sirna.Terus terang, mendekati kelas enam bagi syamil membuat aku agak ribet mencari akses untuk ikut ujian kesetaraan. berkali-kali aku browsing untuk mencari lokasi PKBM terdekat di kotaku rasanya mentok. Bahkan aku sudah pasrah apabila aku harus mendaftarkan Syamil ke komunitas Berkemas di Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Tentu dengan "Penemuan" tidak terduga itu membuatku bernapas lega. Tanpa buang waktu aku langsung memarkir motorku di halaman parkir dan bertanya pada petugas disitu. sayang... pass banget jam istirahat jadi aku tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Kebetulan lagi hari ini jumat. jadi kuurungkan niatku untuk mencari tau, ah besok senin sajalah aku kembali lagi....batinku

Akhirnya hari senin tiba, tanpa berlama-lama pagi hari aku langsung meluncur ke kantor UPTD tempat pendaftaran ujian paket tersebut, sewaktu aku menanyakan pada bapak-bapak karyawan disana, sayang sekali lagi,  orang yang bertanggungjawab untuk menangani masalah PLS atau pendidikan luar sekolah sedang berada di kantor dinas pusat di kota. untunglah aku disambungkan per telepon untuk langsung berbicara dengan bapak A.R. Akupun menceritakan maksudku menanyakan ujian paket dan beliau pun menyanggupi untuk bertemu nanti sehabis istirahat siang.

Singkat kata, aku pun bertemu dengan bapak AR dan aku pun menceritakan maksudku untuk mengikut sertakan Syamil untuk ikut ujian kesetaraan paket A melalui PKBM yang beliau kelola. beliaupun memberi penjelasan dan yang membuat aku agak gimanaaa...gitu ternyata biayanya mahal juga yah..meski hal itu sudah kuprediksi. Padahal sepengetahuanku dari hasil browsing2 ujian paket itu gratis karena dibiayai APBD. Dan agak aneh lagi,  padahal syamil ujiannya masih lama yaitu bulan Oktober-November tapi kenapa harus daftar dan membayar biayanya sekarang ya????..ya sudahlah aku tidak mau banyak rewel,  aku bayar saja deh.

Nah masalah Syamil insya Allah sudah selesai, tinggal menanti saat ujian tiba sambil mempersiapkan segala sesuatunya dengan belajar.Namun bagi Ninis, ternyata agak sulit untuk ikut ujian karena tidak punya Nomor induk siswa. Ternyata menurut keterangan bapak AR, ujian paket A itu adalah untuk siswa yang putus sekolah bukan yang dari awal sudah homeschooling alias tidak pernah sekolah. Jadi syarat ujian paket adalah memiliki nomor induk siswa alias pernah sekolah tapi terputus di tengah jalan. So kesimpulannya adalah.... Ninis harus terdaftar dulu sebagai siswa untuk mendapatkan nomor induk, dengan kata lain Ninis harus mendaftar di sekolah SD yang mungkin harus mulai dari kelas satu lagi. Tentu saja aku sangat keberatan secara Ninis akan berumur 9 tahun dan sudah terlalu pandai untuk memulai dari kelas satu. yah... aku sedang mengusahakan untuk mendapatkan nomor induk siswa tanpa harus mengulang sekolah bagi  Ninis. kata Pak AR ada rekan kerjanya yang bisa mengusahakan hal tersebut. tapi pastilah UUD lah...ga tau deh ntar dicharge berapa,  padahal kan sekolah negeri gratis..ah kita liat aja nanti.Mudah-mudahan ga mahal-mahal amat...