Beberapa hari yang lalu aku mengantarkan anak-anakku jajan di kompleks sekolahan sepulang les jarimatika. Mataku menangkap sebuah reklame mengenai pendaftaran Sekolah Paket A,B dan C yang diselenggarakan oleh sebuah PKBM yang bernama Insan Gemilang. reklame itu terpampang di pagar sebuah kantor dinas pendidikan UPTD karawaci. Aku sempat bingung karena kantor itu dulunya adalah kantor kelurahan dan bukan sekali duakali aku lewat jalan itu. Apalagi sekolah SMA ku juga bersebelahan dengan kantor itu.
Tentu aku girang bukan kepalang...bayangan akan kerepotanku mendaftarkan dan mengantarkan anak-anakku untuk ikut ujian kesetaraan langsung sirna.Terus terang, mendekati kelas enam bagi syamil membuat aku agak ribet mencari akses untuk ikut ujian kesetaraan. berkali-kali aku browsing untuk mencari lokasi PKBM terdekat di kotaku rasanya mentok. Bahkan aku sudah pasrah apabila aku harus mendaftarkan Syamil ke komunitas Berkemas di Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Tentu dengan "Penemuan" tidak terduga itu membuatku bernapas lega. Tanpa buang waktu aku langsung memarkir motorku di halaman parkir dan bertanya pada petugas disitu. sayang... pass banget jam istirahat jadi aku tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Kebetulan lagi hari ini jumat. jadi kuurungkan niatku untuk mencari tau, ah besok senin sajalah aku kembali lagi....batinku
Akhirnya hari senin tiba, tanpa berlama-lama pagi hari aku langsung meluncur ke kantor UPTD tempat pendaftaran ujian paket tersebut, sewaktu aku menanyakan pada bapak-bapak karyawan disana, sayang sekali lagi, orang yang bertanggungjawab untuk menangani masalah PLS atau pendidikan luar sekolah sedang berada di kantor dinas pusat di kota. untunglah aku disambungkan per telepon untuk langsung berbicara dengan bapak A.R. Akupun menceritakan maksudku menanyakan ujian paket dan beliau pun menyanggupi untuk bertemu nanti sehabis istirahat siang.
Singkat kata, aku pun bertemu dengan bapak AR dan aku pun menceritakan maksudku untuk mengikut sertakan Syamil untuk ikut ujian kesetaraan paket A melalui PKBM yang beliau kelola. beliaupun memberi penjelasan dan yang membuat aku agak gimanaaa...gitu ternyata biayanya mahal juga yah..meski hal itu sudah kuprediksi. Padahal sepengetahuanku dari hasil browsing2 ujian paket itu gratis karena dibiayai APBD. Dan agak aneh lagi, padahal syamil ujiannya masih lama yaitu bulan Oktober-November tapi kenapa harus daftar dan membayar biayanya sekarang ya????..ya sudahlah aku tidak mau banyak rewel, aku bayar saja deh.
Nah masalah Syamil insya Allah sudah selesai, tinggal menanti saat ujian tiba sambil mempersiapkan segala sesuatunya dengan belajar.Namun bagi Ninis, ternyata agak sulit untuk ikut ujian karena tidak punya Nomor induk siswa. Ternyata menurut keterangan bapak AR, ujian paket A itu adalah untuk siswa yang putus sekolah bukan yang dari awal sudah homeschooling alias tidak pernah sekolah. Jadi syarat ujian paket adalah memiliki nomor induk siswa alias pernah sekolah tapi terputus di tengah jalan. So kesimpulannya adalah.... Ninis harus terdaftar dulu sebagai siswa untuk mendapatkan nomor induk, dengan kata lain Ninis harus mendaftar di sekolah SD yang mungkin harus mulai dari kelas satu lagi. Tentu saja aku sangat keberatan secara Ninis akan berumur 9 tahun dan sudah terlalu pandai untuk memulai dari kelas satu. yah... aku sedang mengusahakan untuk mendapatkan nomor induk siswa tanpa harus mengulang sekolah bagi Ninis. kata Pak AR ada rekan kerjanya yang bisa mengusahakan hal tersebut. tapi pastilah UUD lah...ga tau deh ntar dicharge berapa, padahal kan sekolah negeri gratis..ah kita liat aja nanti.Mudah-mudahan ga mahal-mahal amat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar