Senin, 07 Januari 2013

Back to Normal (istilah Syamil u balik ke Tangerang)

Sejak beberapa bulan lalu tepatnya awal September, saya dan anak-anak kembali tinggal di Tangerang. Awalnya kami berniat hanya tinggal sementara selama sebulan di rumah Tangerang untuk menunggui rumah selama renovasi. Namun suatu hari syamil mengutarakan keinginannya untuk “back to normal” maksudnya agar kita kembali tinggal di Tangerang dan tidak kembali ke Purwakarta.

Rupanya mereka tidak betah dan ingin kembali hidup “Normal” di Tangerang. Aku tentu kaget dengan keinginannya aku tidak langsung setuju karena kami sudah pindahan total ke purwakarta, tentu amat repot bila harus kembali angkat2 barang ke tangerang. Tentunya juga memindahkan semua kegiatan belajar mengajar kembali ke Tangerang meski bukan hal yang rumit karena untungnya anak-anak homeschooling jadi tidak terikat dengan jadwal kalender pendidikan sekolah.

Akhirnya dengan ijin dan restu Abinya anak-anak, kami kembali menata hidup di Tangerang. Menjalani kehidupan terpisah dengan sang suami sekaligus abinya anak-anak yang hanya bisa bertemu seminggu sekali setiap week end dan sebulan sekali kami mengunjungi Purwakarta, menengok rumah mungil kami yang kini ditempati sendirian oleh abi.

Ahh Sulit, namun memang aku akui aku sendiri tidak kerasan tinggal di Purwakarta, meski dekat dengan suami tercinta namun suasana komplek perumahan yang sunyi dan kurangnya aktivitas buat aku membuat hidupku rasanya boring dan ditambah kehilangan teman-temanku dan tentu saja kehilangan penghasilan dari usaha salon kecantikan yang sudah 8 tahun kurintis. Namun itu sama sekali tidak kusesali karena akhirnya kami bisa mewujudkan impian untuk bisa punya rumah sendiri meskipun nun jauh di Purwakarta.

Sekarang aku kembali di kota dimana aku dibesarkan dan anak-anakku dilahirkan. Akupun berniat kembali membuka bisnis yang sempat terhenti satu tahun ini. Mudah-mudahan diberi kelancaran dengan restu suamiku tercinta dan dukungan kedua orangtuaku. Aku juga tidak terlalu sedih melihat keadaan suamiku yang tidak lagi mengenaskan, tinggal di kos-kosan sempit dan pengap. Karena kini kami sudah memiliki tempat berteduh yang layak di purwakarta. Hitung-hitung jadi tempat liburan kami sebulan sekali….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar