
Tulisan ini saya temukan waktu main di blognya mbak Andini Rizki, seorang ibu tiga anak yang sarjana lulusan Jepang. Beliau simpatisan homeschooling namun tidak bisa mewujudkan mimpinya mengHS kan anak-anaknya karena berbeda pendapat dengan sang suami. Namun tulisan beliau inilah salah satunya yang membuat saya tercerahkan dan semakin yakin dengan HS.
- Ada orang bilang ‘homeschooling melawan program pemerintah karena sekolah itu gratis’. Kalau misalnya pemerintah mau membagi-bagikan beras gratis, lalu aku bilang: keluarga kami tidak mau beras gratis itu karena kami lebih suka makan singkong, apakah kami jadi melawan program pemerintah? Nggak kan.
- Setelah menonton video ini, aku jadi berpikir: kayaknya anak-anak homeschooling harus bisa bikin web video atau videoblogging. Anak-anak sekolah juga. Tetapi saat sekolah masih lama lagi mempersiapkan dana, rencana, pendidikan guru, dan segala macam tetek bengeknya, keluarga homeschooling bisa langsung melakukannya.
- Selalu denger berita tawuran sekolah. Gak ada kan tawuran homeschooling.
- Oh… Anda meragukan apa bisa hidup tanpa ijazah? Kalau Anda pikir para orangtua itu cuma berteori, anak-anak mereka masih kecil… semoga Anda panjang umur untuk menyaksikan anak-anak homeschooling yang idealis tersebut sukses di masa depan.
- Selama aku homeschooling, aku merasa homeschooling itu mudah sekali. Karena aku tinggal perhatikan anakku, dia sukanya apa, ingin tau soal apa. Lalu itulah yg aku ajarkan. Karena dia berminat dan memang ingin bisa, dia jadi cepat bisa. Aku bangga. Dia juga bangga dan percaya diri karena bisa.
- Karena percaya diri dia jadi baik ke adik-adiknya, ramah, gaul ke semua orang,dan jadi sangat suka belajar hal baru. ~Testimoni Andini~
- Di seminar HS, aku terkesan waktu ada anak homeschooling binaan Bu Yayah Komariah, dari Bangka Belitung yang umur 16 thn udah kuliah di Univ. Islam Negeri Malang. Gayanya pede banget bicara di depan umum. Binar ya kalo gak salah namanya? Ternyata bisa aja kuliah di negeri pake ijazah Paket C, asal lulus ujian masuk. Lagipula kalo pinter bisa lebih cepet kuliah.
- Seorang ibu membela diri, anaknya sudah nggak sekritis dulu sejak masuk sekolah, karena setelah sekolah semua rasa ingin tahu si anak sudah terpuaskan. Ayo yang jujur, Bu, sudah terpuaskan atau sudah mati? (Segera dikoreksi oleh Bu Guru Lea, mudah-mudahan belum mati, masih bisa diselamatkan )
- Di Seminar Homeschooling, saat Bunda Neno Warisman bercerita ttg anaknya yang sedang merantau sendiri di Damaskus,
Ahmad (anak homeschooling, 8 tahun) nyeletuk,”Damaskus itu kan di Siria”. “Kamu pintar,” puji saya.
Jawab Ahmad,”Aku nggak pintar. Itu kan ada di buku.” Dan bukunya bahasa Jepang. (ngomongin anaknya Mbak Dian Rachma).
- Tugasku sebagai guru adalah menghilangkan kebutuhanmu untuk seorang guru. ~Mario Teguh~
Loh itu kan semangat homeschooling?
- Go get the skills you need
to get the job you crave
to live the life you’ve dreamed. ~Sam Davidson~
Ini targetku untuk diriku sendiri dan tentu saja anak-anakku.
- Praktisi HS biasanya mengkritisi sekolah berdasarkan pengalaman pribadi dan dari kenyataan yang bisa dilihat dengan gamblang, sayangnya, non praktisi HS biasanya mengkritisi HS berdasarkan asumsi dan prasangka pribadi. ~Wietski Selaludihatimu~
- Kekurangan homeschooling tentang sosialisasi, anak homeschooling tidak cerdas, dan sebagainya, merupakan mitos yang tidak benar, dan kalau pun timbul masalah, orang tua punya kuasa untuk mencari solusinya. Tetapi kekurangan sekolah itu nyata, dan yang namanya sekolah memang begitu itu kondisinya. Sebagai orang tua kita cuma bisa pasrah dan menerima, atau keluar dari situ.
- Berbagai kajian menunjukkan “keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anaknya meningkatkan nilai ujian, prestasi, dan mungkin juga perilaku baik”. Oleh karena itu, homeschooling, yang menyediakan lebih banyak keterlibatan orang tua, adalah pilihan yang TERBAIK.
Yes,to be a good parent, you have to sacrifice, but this is not a requirement of parenting, it is a requirement of being good at something. ~Robert Brault
- Waktu Mbak Irmayanti Nugraha bilang,”Justru karena saya guru dan suami dosenlah, kami tidak menyekolahkan anak-anak”, para peserta Seminar Homeschooling menyambut dengan tepuk tangan meriah ;P
- Berita lawas dari Mbak Maria Magdalena. Siapa bilang homeschooling nggak bisa kuliah? Arsandi Akhmad, 21 tahun, misalnya. Mahasiswa semester keenam Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ini sebelumnya homeschooler, begitu keluar dari kelas I di SMA 47 Jakarta. Dua tahun memilih sekolah di rumah, pada 2003 ia ikut ujian kesetaraan dan lulus. Ia mendaftar ke ITB dan diterima.
- Anak kamu yang tidak bisa bergaul dengan selain dengan teman seumur itu ya… artinya dia bermasalah sosialisasi KARENA SEKOLAH. Waspadalah dan lakukan sesuatu! Bukan waktunya kamu mencela-cela sosi alisasi anak homeschooling karena anak2 homeschooling lebih matang secara psikis, dan lebih heterogen lingkungan sosialisasinya.
- Emang betul, ada orang repot-repot ngirim pesan ke saya, kasian deh anak homeschooling, terlalu pinter, ngomongnya nggak nyambung ke anak-anak lain.
*Ha…?*
- Jadi kekurangan sosialisasi anak homeschooling adalah: mereka gak tau kalau anak-anak sekolah itu malas-malas belajarnya dan gak berminat mendiskusikan ilmu pengetahuan di luar kelas. Eh, di kelas aja anak sekolah pada males kok…
- Aku pikir, bekerja tanpa tenggat itu lebih butuh disiplin diri yang tinggi daripada bekerja dengan tenggat. Begitu pula anak homeschooling yang belajar mandiri itu butuh disiplin diri yang lebih tinggi daripada jadi murid sekolah yang tinggal tunggu perintah. Dengan demikian, anak homeschooling lebih terlatih berdisiplin daripada anak sekolah. Kesimpulannya, siapa yang lebih punya disiplin diri setelah dewasa? Anak homeschooling, dong!
- Padahal kalau self-employed, gak punya bos, disiplin diri itu mutlak perlu. Kecuali kalau mau jadi anak buah selamanya ya gak butuh disiplin diri. Cuma butuh kepatuhan mutlak pada perintah atasan,dan kalau memang kamu maunya gitu, menjadikan anakmu sbg bawahan yg tunggu perintah terus, memang perlu sekali sekolah itu, aku mendukungmu. Good luck ya!
- Suami yang mendukung homeschooling pasti rajin membaca buku-buku bermutu.
- Pengeluaran untuk membeli buku-buku anak itu investasi yang lebih berhasil guna untuk masa depannya daripada beli buku pelajaran sekolah. Lagian siapa sih yang ingat pelajaran sekolah ketika sudah dewasa?
- Cari nafkah dari pekerjaan yang disukai aja… kita bisa jenuh dan sakit kepala. Apalagi kalau benci pekerjaannya. Aneh deh si ibu ini, masa anak harus sekolah supaya terbiasa dengan pekerjaan menyebalkan? Kalau menyebalkan, ya harus berhenti kerja dong. Jangan mau dibayar berapa pun untuk membenci hidup kita sendiri.
- Our schools draw children away from their natural artistic nature. They teach the emotionless, dry information that is useless for happiness, and for creating human connections. A high-school graduate may know the date Napoleon waged war (and forgets it soon,) but has no idea how to respond to a distressed friend or a crying child. He may know (temporarily) chemistry but has no idea who he himself is. He may even be good at sports, but has no emotional tools to deal with life, and very limited tools to express himself artistically. ~Naomi Aldort~
- Kesulitan homeschooling bagiku, daripada penerapan sehari-hari, ada pada keharusan menghadapi kecaman dari orang-orang sekitar. Aku senang melihat manfaat homeschooling terhadap kemampuan sosialisasi anakku maka aku menganggap tekanan dari luar itu sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan men jadi lebih dewasa.
- Lain kali bilang gini aja: “Anak elo aja kayak gitu… kok bawel ngurusin sosialisasi anak gue?!”
- Fakta:
Orang tua yang meributkan “masalah sosialisasi homeschooling“, anaknya sendiri mempunyai masalah sosialisasi yang mencolok. Perhatikan saja!
- *Kalimat sakti pengusir orang iseng* Anak gue yang mau homeschooling, kenapa elo yang rese sih?!?!
Pendidikan adalah kemampuan mendengarkan hampir segala hal tanpa naik darah atau kehilangan percaya diri. ~Robert Frost~.
- Kalau membaca berita tentang beredarnya video porno artis di sekolah lewat telepon genggam, sosialisasi anak homeschooling terasa jauh lebih baik kan?
Sumber: Homeschooling@indonesia by Andini Rizky
Tidak ada komentar:
Posting Komentar