Minggu, 26 Desember 2010

Homeschooling, keputusan yang melegakan

Alhamdulilah, akhirnya saya bisa juga buat blog sendiri ternyata gampang juga. maksud pembuatan blog ini sesungguhnya adalah untuk pencatatan port folio homeschooling kedua buah hati kami Syamil Muzhaffar dan Nisrina Qanita Fathin dan sarana curhat keluarga kami. Baru saja bulan ini saya dan suami mengambil keputusan terbesar bagi kelangsungan masa depan anak-anak kami dengan menyelenggarakan Pendidikan  bagi  mereka rumah alias Homeschooling/Home education (HS/HE).
Insya allah bukan sekadar ikut-ikutan tren apalagi mau dianggap keren.Karena biasanya orang-orang yang kami beritahu bahwa anak-anak kami homeschooling pasti langsung berkata, wah bayarnya berapa? mahal ya?. trus gimana ujiannya? sosialisasinya, penerapan disiplinya, emang bisa ngajar sendiri, bla,bla.bla.....kalau ditulis semua cape deh...
Belum lagi yang komentarnya sinis, emangnya anaknya bermasalah ya bu? kok anak mau diuji coba gitu sih, yang udah jelas ajalah pendidikan ya di sekolah! anak ya kita serahkan sama yang ahli aja lah yaitu Guru-guru disekolah, yang paling bikin keki ketika ada yang bilang ijazah paket A sama aja ijazah anak jalanan yang legalitasnya ga jelas. Ih sebenarnya kesel dan jengkel dengernya. tapi saya udah mempersiapkan mental dan jawaban bagi para mulut-mulut usil itu.
Sebenarnya yang terberat adalah ketika kakek dan neneknya menentang keinginan saya dan suami meng Homeschool kan anak-anak. tapi alhamdulillah  saya yang sudah membekali diri dengan banyak membaca artikel2 mengenai HS dan mencetaknya setelah meringkas hal-hal penting yang sering diperdebatkan mengenai HS. Akhirnya orangtua saya pun merelakan cucu-cucu kesayangannya tidak belajar di sekolah.
Kemudian tepatnya 23 Desember yang lalu, saya resmi mengundurkan diri dengan menghadap kepala sekolah  
dan diluar dugaan saya sang kepala sekolah ternyata cukup mendukung keputusan saya tersebut. Jadi ga masalah deh. So.... dengan mengucapkan Bismilahirahmanirahim kami sekeluarga melangkah menuju masa depan dengan tekad bulat untuk belajar bersama dan meraih mimpi kami meski tanpa sekolah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar