Gambar yang kubuat tidak begitu rumit karena aku dan anak-anakku tidak terlalu pandai menggambar. jadi hanya gambar sederhana dan tulisan sederhana saja. kelihatan Ninis lebih suka dan telaten mengerjakannya, sedang Syamil kurang begitu antusias karena baru setengah jadi eehh malah ditinggal tidur, ngantuk katanya...
Annisya adalah kependekan dari Anakku Ninis & Syamil, kami membuat blog ini sebagai catatan atau jurnal kegiatan keluarga kecil kami terutama kegiatan belajar kedua buah hati kami sejak kecil sebagai homeschooler hingga beranjak dewasa...bukan hanya anak2 kami tapi kami juga kami sekeluarga masih.senantiasa belajar menyikapi hidup yang fana dan berbekal untuk hidup yang lebih kekal..
Rabu, 20 Februari 2013
Melukis diatas kaos
Kali ini aku mengajak anak-anakku untuk belajar melukis diatas kaos. cat yang digunakan adalah cat akrilik yang kubeli di toko buku dekat rumah. sedangkan kaos yang digunakan adalah kaos polos berwarna warni. Sebenarnya untuk melukis lebih baik menggunakan kaos polos berwarna putih. karena penggunaan cat jadi lebih irit dan warnanya lebih cemerlang.
Gambar yang kubuat tidak begitu rumit karena aku dan anak-anakku tidak terlalu pandai menggambar. jadi hanya gambar sederhana dan tulisan sederhana saja. kelihatan Ninis lebih suka dan telaten mengerjakannya, sedang Syamil kurang begitu antusias karena baru setengah jadi eehh malah ditinggal tidur, ngantuk katanya...
bagiku melukis kaos sendiri jauh lebih murah daripada membeli. Selain itu juga kita bisa sesuka hati melukis apa yang kita inginkan. tul ngga.....
Gambar yang kubuat tidak begitu rumit karena aku dan anak-anakku tidak terlalu pandai menggambar. jadi hanya gambar sederhana dan tulisan sederhana saja. kelihatan Ninis lebih suka dan telaten mengerjakannya, sedang Syamil kurang begitu antusias karena baru setengah jadi eehh malah ditinggal tidur, ngantuk katanya...
Blog pribadi untuk anak-anakku
Taman kota cantik dekat rumah
Setelah sekian lama, akhirnya kompleks perumahanku memiliki sebuah taman kota yang cantik dan sejuk. Aku agak surprise juga melihatnya saat aku melewati taman yang hampir tiap hari kulewati itu sungguh terlihat berbeda banget. Sebelumnya disekitar taman itu banyak berdiri lapak dan kios liar penjual makanan yang kumuh dan juga dijadikan tempat parkir angkot. Setelah sekian lama taman itu tertutupi seng, akhirnya hari itu aku takjub melihat perubahan taman kota yang dulu kumuh dan berantakan itu menjelma menjadi taman yang cantik.
Nah saat aku menjemput anak-anak dari les jarimatika aku berinisiatif untuk mampir bermain ke taman kota yang baru itu, anak-anak tentu senang sekali....terimakasih pada pemerintah Kota Tangerang yang ternyata perhatian pada warga perumnas 1 Tangerang, dengan memberikan ruang terbuka hijau yang nyaman untuk tempat bermain bagi masyarakat terutama anak-anak, pokoknya kami senang deh.
Kapan-kapan kami pasti mampir lagi untuk bermain sambil belajar disini dan sambil bawa makan siang... waaah udah ngebayangin enaknya makan lesehan di taman.......asyiik.
Semoga masyarakatnya juga mau menjaga keindahan, kebersihan dan kelestarian taman kota dengan ikut memeliharanya. Semoga aparat juga bisa bertindak tegas dengan tidak membiarkan pedagang membangun kios dan lapak-lapak kumuh disekitar taman. Karena yang aku tau pedagang liar itu terkenal bandel meskipun sudah digusur tidak lama merekaakan nekad membangun kembali lapak mereka di sana, Hhhhhh. semoga amiennn
Nah saat aku menjemput anak-anak dari les jarimatika aku berinisiatif untuk mampir bermain ke taman kota yang baru itu, anak-anak tentu senang sekali....terimakasih pada pemerintah Kota Tangerang yang ternyata perhatian pada warga perumnas 1 Tangerang, dengan memberikan ruang terbuka hijau yang nyaman untuk tempat bermain bagi masyarakat terutama anak-anak, pokoknya kami senang deh.
Semoga masyarakatnya juga mau menjaga keindahan, kebersihan dan kelestarian taman kota dengan ikut memeliharanya. Semoga aparat juga bisa bertindak tegas dengan tidak membiarkan pedagang membangun kios dan lapak-lapak kumuh disekitar taman. Karena yang aku tau pedagang liar itu terkenal bandel meskipun sudah digusur tidak lama merekaakan nekad membangun kembali lapak mereka di sana, Hhhhhh. semoga amiennn
Selasa, 12 Februari 2013
Recharge semangat ber Homeschooling dengan WEBINAR
Aku baru mengetahui bahwa keluarga Sumardiono atau Mas Aar mengadakan Webinar alias Web seminar alias seminar online, sayangnya aku baru tau setelah webinar sesi 1 selesai, untungnya masih 6 sesi lagi yang belum dilaunch, asyiiik masih banyak waktu niih untuk daftar. Tanpa buang waktu aku kirim email ke mba Lala untuk info pendaftarannya.Biayanya tidak terlalu mahal hanya 200 ribu untuk 7 sesi atau 35 ribu per sesi dan sesi 1 masih dapat kita simak rekamannya supaya ngga lost dan masih bisa nyambung pada saat ikut sesi 2nya.
Seminar diadakan setiap kamis malam jam 7 pm - 9 pm, aku hampir-hampir terlambat mengikuti webinar gara-gara kuota internetku habis dan harus isi ulang pulsa. Duhh mana rada gaptek lagi pas sign in ke wiziq untuk bisa gabung. Tapi alhamdulilah meskipun aku ketinggalan 30 menit saja, dan bisa mengikuti webinar sesi 2 sampai usai.
Pada sesi ini saya banyak mendapat pencerahan tentang metode-metode homeschooling yang bisa diaplikasikan beserta contoh-contohnya. aku jadi merasa bodoh dan picik karena hampir selama ini aku menggunakan metode school at home alias memindahkan gaya belajar sekolah ke rumah yang memang hampir mustahil dilakukan dengan efektif. Ternyata banyak metode belajar yang bisa dilakukan pada anak tanpa membuat anak merasa bosan dan tentumya mengasyikan. karena inti dari homeschooling adalah orangtua itu bukan guru tapi menjadi fasilitator bagi anak. Namun memang orangtua juga dituntut memiliki wawasan dan ilmu yang cukup luas karena paling tidak kita harus ikut belajar bersama anak kita. kata mba Lala esensi dari homeschooling adalah... raising our children...raising ourselves..
Di webinar kita juga bisa bertanya langsung pada Mas Aar tentang apapun yang berhubungan dengan topik dan chating dengan teman-teman peserta webinar lainnya, sambil sharing serta menanggapi topik yang tengah dibicarakan. pesertanya sekitar 50 orang dari seluruh indonesia bahkan ada yang dari luar negeri. seru dan asyik...aku merasa tidak sendiri menjalaninya dan mendapat darah baru bagi homeschooling bagi anak-anakku.Thanks Webinar ntar cerita lagi yaa di sesi berikutnya....masih bersambung soalnya hehe
Ujian untuk homeschooling anak-anakku
Beberapa hari ini aku sempat galau karena Ninis terancam tidak bisa mengikuti ujian UNPK karena menurut oknum diknas yang kutemui, karena Ninis tidak pernah sekolah, menyebabkannya tidak punya Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan itu berpengaruh pada sulitnya Ninis untuk ikut UNPK nanti. oknum tersebut malah menyarankan agar aku mendaftarkan Ninis terlebih dahulu ke sekolah SD meski sekedar formalitas agar bisa mendapatkan nomor induk supaya bisa ikut UNPK.Tentu saja aku yang yang masih berpikiran bahwa ijasah itu penting, langsung galau dengan legalitas Homeschooling yang dijalani Ninis.
Bodohnya aku, tanpa bertanya dan cari info dulu pada para pakar per homeschoolingan. aku langsung bertanya kebeberapa sekolah SD swasta untuk mendaftarkan Ninis. Namun sayang baru satu sekolah dasar swasta yang aku datangi hasilnya sudah mengecewakan. ketika mereka tahu bahwa Ninis anak Homeschooling dan berniat mendaftar untuk sekolah. mereka langsung bingung karena Ninis sudah berusia 8.5 tahun dan mereka bersikeras untuk menempatkan Ninis di kelas 1 lagi karena menurut mereka NISN hanya bisa didapat siswa mulai kelas 1. Ketika aku memberitahukan bahwa ada UU sisdiknas yang sudah mengatur bahwa HSer bisa pindah ke sekolah formal dengan tes penempatan, mereka tetap bergeming bahwa Ninis tetap harus mengulang dari kelas 1, Hallahh....
Aku pun mencoba untuk bertanya langsung dengan pakarnya Homeschooling yaitu mba Mira Julia, dan mencoba juga bertanya pada PKBM lain tentang prasyarat Ujian Paket A apakah harus memiliki NISN, ternyataaaa............"TIDAK ADA HUBUNGAN NISN DENGAN UNPK PAKET A". syaratnya cuma pas photo saja titik!!!!.
Soooo,...jadi Alhamdulillah Ninis akhirnya melanjutkan HSnya dengan tenang tanpa harus merasa was-was. Ahhh gara-gara kurang informasi, aku hampir saja membuang-buang waktu HS yang selama ini kujalani dan tentunya biaya. Aku bertekad akan banyak mencari informasi agar lebih mantap menjalani Homeschooling dan tidak lagi terjebak dan tertipu oleh oknum2 yang mencari keuntungan dari ketidaktahuan aku. Bagiku ini merupakan ujian bagiku dalam Homeschooling yang kujalani bersama anak-anakku. kuncinya carilah informasi sebanyak-banyaknya agar Homeschooling berjalan sukses dan percaya diri menjalaninya..
Rabu, 06 Februari 2013
Membuat Lapbook tentang bentuk benda
Sudah lama Ninis tidak membuat Lapbook, kali ini ia merengek ingin membuat lapbook pelajaran IPA yaitu tentang bentuk benda yang kategorinya Benda padat, cair dan Gas. Ia terlihat semangat dan asyik mengerjakan lapbooknya dan menggambar sendiri contoh benda-bendanya.
Sebenarnya membuat lapbook adalah cara paling asyik untuk belajar karena selain kita juga mempelajari sebuah tema atau materi pelajaran tapi juga sekaligus berkreasi dengan menggambar, menggunting, melipat dan menulis.
Kadang aku merasa bersalah karena sering tidak sempat menemani anak-anakku membuat lapbook karena memang kadang memakan waktu seharian membuatnya jadi sering tidak sempat dan suka malas..ahhh mestinya aku harus lebih komit lagi ya dengan pilihanku menghomeschoolingkan anak-anakku..dengan membuang rasa malas dan membuang jauh-jauh metode school at home yang sebenarnya membosankan dan sering membuatku terjebak bila sedang malas.
Nah kan...gaya mengajar guru seperti ini nih yang harusnya kuubah, menerangkan sebentar, kasih tugas, lalu menyuruh anak mengerjakan.....hasilnya tinggal dinilai..enak bener. Kalo gitu apa bedanya, sama aja kayak sekolah yak.....hallahhhh.................maafkan ummi ya anak-anakku sayang.....harus diupgrade lagi nihhh semangatnya...
Minggu, 20 Januari 2013
Belajar sambil bermain jadi designer
Ninis bercita-cita jadi designer, sebuah profesi yang asyik menurutku. makanya aku selalu mendukung ninis untuk menggapai cita-citanya. mulai dari belajar melukis, main game dress up di internet sampai membelikan mainan Harumika yang lumayan mahal harganya. bagiku belajar jadi designer bagi anak-anak itu adalah bermain yang penting Ninis harus banyak terekspos dengan hal-hal yang berhubungan dengan fashion, baik itu game ataupun mainan2 yang dapat menumbuhkan minatnya terhadap fashion.
Nah...ketika kami sedang jalan-jalan ke Mall, kami mampir ketoko mainan toys city. Ninis ingin dibelikan mainan namanya Harumika. ketika aku lihat harganya...wahh 350 ribu rupiah.aku beli tas harga segitu aja mikir 1000 kali.hmmm tapi demi Ninis dan prinsip aku tadi terpaksa kubelikan juga, meski harus bayar pake kartu kredit. ngutang dulu ahh.
Nah harumika ini adalah mainan untuk anak perempuan yang terdiri dari patung manequin untuk design baju dan beberapa kain untuk dipakaikan pada manequin dan berbagai acsesoris pelengkapnya. mainan ini membutuhkan kreatifitas anak untuk membuat design-design baju boneka. keren kan...
Nah...ketika kami sedang jalan-jalan ke Mall, kami mampir ketoko mainan toys city. Ninis ingin dibelikan mainan namanya Harumika. ketika aku lihat harganya...wahh 350 ribu rupiah.aku beli tas harga segitu aja mikir 1000 kali.hmmm tapi demi Ninis dan prinsip aku tadi terpaksa kubelikan juga, meski harus bayar pake kartu kredit. ngutang dulu ahh.
Nah harumika ini adalah mainan untuk anak perempuan yang terdiri dari patung manequin untuk design baju dan beberapa kain untuk dipakaikan pada manequin dan berbagai acsesoris pelengkapnya. mainan ini membutuhkan kreatifitas anak untuk membuat design-design baju boneka. keren kan...
Senin, 14 Januari 2013
Ternyata...PKBM nya dekat lhooo .
Beberapa hari yang lalu aku mengantarkan anak-anakku jajan di kompleks sekolahan sepulang les jarimatika. Mataku menangkap sebuah reklame mengenai pendaftaran Sekolah Paket A,B dan C yang diselenggarakan oleh sebuah PKBM yang bernama Insan Gemilang. reklame itu terpampang di pagar sebuah kantor dinas pendidikan UPTD karawaci. Aku sempat bingung karena kantor itu dulunya adalah kantor kelurahan dan bukan sekali duakali aku lewat jalan itu. Apalagi sekolah SMA ku juga bersebelahan dengan kantor itu.
Tentu aku girang bukan kepalang...bayangan akan kerepotanku mendaftarkan dan mengantarkan anak-anakku untuk ikut ujian kesetaraan langsung sirna.Terus terang, mendekati kelas enam bagi syamil membuat aku agak ribet mencari akses untuk ikut ujian kesetaraan. berkali-kali aku browsing untuk mencari lokasi PKBM terdekat di kotaku rasanya mentok. Bahkan aku sudah pasrah apabila aku harus mendaftarkan Syamil ke komunitas Berkemas di Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Tentu dengan "Penemuan" tidak terduga itu membuatku bernapas lega. Tanpa buang waktu aku langsung memarkir motorku di halaman parkir dan bertanya pada petugas disitu. sayang... pass banget jam istirahat jadi aku tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Kebetulan lagi hari ini jumat. jadi kuurungkan niatku untuk mencari tau, ah besok senin sajalah aku kembali lagi....batinku
Akhirnya hari senin tiba, tanpa berlama-lama pagi hari aku langsung meluncur ke kantor UPTD tempat pendaftaran ujian paket tersebut, sewaktu aku menanyakan pada bapak-bapak karyawan disana, sayang sekali lagi, orang yang bertanggungjawab untuk menangani masalah PLS atau pendidikan luar sekolah sedang berada di kantor dinas pusat di kota. untunglah aku disambungkan per telepon untuk langsung berbicara dengan bapak A.R. Akupun menceritakan maksudku menanyakan ujian paket dan beliau pun menyanggupi untuk bertemu nanti sehabis istirahat siang.
Singkat kata, aku pun bertemu dengan bapak AR dan aku pun menceritakan maksudku untuk mengikut sertakan Syamil untuk ikut ujian kesetaraan paket A melalui PKBM yang beliau kelola. beliaupun memberi penjelasan dan yang membuat aku agak gimanaaa...gitu ternyata biayanya mahal juga yah..meski hal itu sudah kuprediksi. Padahal sepengetahuanku dari hasil browsing2 ujian paket itu gratis karena dibiayai APBD. Dan agak aneh lagi, padahal syamil ujiannya masih lama yaitu bulan Oktober-November tapi kenapa harus daftar dan membayar biayanya sekarang ya????..ya sudahlah aku tidak mau banyak rewel, aku bayar saja deh.
Nah masalah Syamil insya Allah sudah selesai, tinggal menanti saat ujian tiba sambil mempersiapkan segala sesuatunya dengan belajar.Namun bagi Ninis, ternyata agak sulit untuk ikut ujian karena tidak punya Nomor induk siswa. Ternyata menurut keterangan bapak AR, ujian paket A itu adalah untuk siswa yang putus sekolah bukan yang dari awal sudah homeschooling alias tidak pernah sekolah. Jadi syarat ujian paket adalah memiliki nomor induk siswa alias pernah sekolah tapi terputus di tengah jalan. So kesimpulannya adalah.... Ninis harus terdaftar dulu sebagai siswa untuk mendapatkan nomor induk, dengan kata lain Ninis harus mendaftar di sekolah SD yang mungkin harus mulai dari kelas satu lagi. Tentu saja aku sangat keberatan secara Ninis akan berumur 9 tahun dan sudah terlalu pandai untuk memulai dari kelas satu. yah... aku sedang mengusahakan untuk mendapatkan nomor induk siswa tanpa harus mengulang sekolah bagi Ninis. kata Pak AR ada rekan kerjanya yang bisa mengusahakan hal tersebut. tapi pastilah UUD lah...ga tau deh ntar dicharge berapa, padahal kan sekolah negeri gratis..ah kita liat aja nanti.Mudah-mudahan ga mahal-mahal amat...
Tentu aku girang bukan kepalang...bayangan akan kerepotanku mendaftarkan dan mengantarkan anak-anakku untuk ikut ujian kesetaraan langsung sirna.Terus terang, mendekati kelas enam bagi syamil membuat aku agak ribet mencari akses untuk ikut ujian kesetaraan. berkali-kali aku browsing untuk mencari lokasi PKBM terdekat di kotaku rasanya mentok. Bahkan aku sudah pasrah apabila aku harus mendaftarkan Syamil ke komunitas Berkemas di Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Tentu dengan "Penemuan" tidak terduga itu membuatku bernapas lega. Tanpa buang waktu aku langsung memarkir motorku di halaman parkir dan bertanya pada petugas disitu. sayang... pass banget jam istirahat jadi aku tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Kebetulan lagi hari ini jumat. jadi kuurungkan niatku untuk mencari tau, ah besok senin sajalah aku kembali lagi....batinku
Akhirnya hari senin tiba, tanpa berlama-lama pagi hari aku langsung meluncur ke kantor UPTD tempat pendaftaran ujian paket tersebut, sewaktu aku menanyakan pada bapak-bapak karyawan disana, sayang sekali lagi, orang yang bertanggungjawab untuk menangani masalah PLS atau pendidikan luar sekolah sedang berada di kantor dinas pusat di kota. untunglah aku disambungkan per telepon untuk langsung berbicara dengan bapak A.R. Akupun menceritakan maksudku menanyakan ujian paket dan beliau pun menyanggupi untuk bertemu nanti sehabis istirahat siang.
Singkat kata, aku pun bertemu dengan bapak AR dan aku pun menceritakan maksudku untuk mengikut sertakan Syamil untuk ikut ujian kesetaraan paket A melalui PKBM yang beliau kelola. beliaupun memberi penjelasan dan yang membuat aku agak gimanaaa...gitu ternyata biayanya mahal juga yah..meski hal itu sudah kuprediksi. Padahal sepengetahuanku dari hasil browsing2 ujian paket itu gratis karena dibiayai APBD. Dan agak aneh lagi, padahal syamil ujiannya masih lama yaitu bulan Oktober-November tapi kenapa harus daftar dan membayar biayanya sekarang ya????..ya sudahlah aku tidak mau banyak rewel, aku bayar saja deh.
Nah masalah Syamil insya Allah sudah selesai, tinggal menanti saat ujian tiba sambil mempersiapkan segala sesuatunya dengan belajar.Namun bagi Ninis, ternyata agak sulit untuk ikut ujian karena tidak punya Nomor induk siswa. Ternyata menurut keterangan bapak AR, ujian paket A itu adalah untuk siswa yang putus sekolah bukan yang dari awal sudah homeschooling alias tidak pernah sekolah. Jadi syarat ujian paket adalah memiliki nomor induk siswa alias pernah sekolah tapi terputus di tengah jalan. So kesimpulannya adalah.... Ninis harus terdaftar dulu sebagai siswa untuk mendapatkan nomor induk, dengan kata lain Ninis harus mendaftar di sekolah SD yang mungkin harus mulai dari kelas satu lagi. Tentu saja aku sangat keberatan secara Ninis akan berumur 9 tahun dan sudah terlalu pandai untuk memulai dari kelas satu. yah... aku sedang mengusahakan untuk mendapatkan nomor induk siswa tanpa harus mengulang sekolah bagi Ninis. kata Pak AR ada rekan kerjanya yang bisa mengusahakan hal tersebut. tapi pastilah UUD lah...ga tau deh ntar dicharge berapa, padahal kan sekolah negeri gratis..ah kita liat aja nanti.Mudah-mudahan ga mahal-mahal amat...
Sabtu, 12 Januari 2013
Belajar Memasak makanan sehat (Cooking Demo)
Ternyata oh ternyata.... acaranya adalah cooking demo tentang cara pengolahan daging sapi import yang disponsori oleh importir daging sapi Australia. Awalnya sih kecewa juga, terutama Syamil yang sejak awal sudah berangan-angan belajar memasak langsung di acara itu. Namun, meski demikian banyak ilmu yang bermanfaat juga lho yang bisa aku bawa pulang dari acara tersebut.
Acara diawali dengan penyuluhan tentang kandungan gizi yang terkandung dalam daging sapi dan cara pengolahan daging sapi yang benar, serta keunggulan daging sapi Australia dibandingkan daging sapi lokal (kalo yang ini sih sifatnya promosi banget, tapi argumen mereka memang benar juga sih). Penyuluhan mengenai gizi ini di presentasikan oleh pak Andra ahli gizi dari IPB. Pengetahuan yang disampaikan sangat informatif dan sejalan dengan pelajaran sains mengenai kandungan gizi makanan yang juga Syamil pelajari di mata pelajaran IPA. Hingga Syamil dan Ninis yang awalnya terlihat bete, akhirnya mulai bisa menikmati acara tersebut. Apalagi menu-menu yang di demo kan adalah menu yang disukainya yaitu spagheti bolognese, beef brucheta, beef milanese dan beef finger. aku jadi tertarik mencobanya di rumah karena cara buatnya gampang dan cepat, tidak sampai setengah jam.
![]() |
| Pak Andra sedang menerangkan kandungan gizi daging sapi |
![]() |
| Chef Anton in action |
![]() |
| Voalaa....inilah hasil masakannya..hmmm looks yummy bikin ngiler |
Pulangnya aku mendapatkan goodie bag yang berisi kumpulan resep, spatula, gantungan kunci dan ceumpal. lumayanlaah.......nanti kita praktekin sendiri di rumah yaa, janjiku pada syamil..
Selasa, 08 Januari 2013
Ninis belajar jadi model (narsis.com)
Ninis sangat suka difoto, posenya juga udah lumayan bagus cuma masih akting banget, ga natural. aku coba-coba jadi penata gayanya... ninis persis aku waktu masih kecil, suka difoto dan banci kamera banget. hehehe..kami foto-foto pake smartphone dan diedit pake picasa by google. lumayan lahh ...ninis tampak cukup photogenic. Nah ini dia sebagian foto-fotonya..
Senin, 07 Januari 2013
move back, learn more
Pasca perpindahan kembali ke Tangerang rasanya senang tapi juga sedih yaa. pertama karena aku seperti memiliki 'harga diri' lagi karena punya karir lagi dan sedih karena harus jauh dari abinya anak-anak. Anak-anak juga senang karena masing-masing sekarang punya kamar sendiri dan kembali dengan les dan kursus-kursus yang disukainya disini. dan yang paling utama mungkin teman-temannya disini.
Aku tidak kesulitan mendaftarkan kembali les-les bahasa inggris, jarimatika, taekwondo dan mengaji bagi anak-anak. Enaknya di sini semuanya dekat dengan rumah jadi tidak perlu jauh-jauh mengantar, bahkan mereka bisa pergi dan pulang sendiri dengan angkutan umum atau sepeda.
Khusus bagi Syamil aku mendaftarkannya ke tempat bimbingan belajar PRIMAGAMA karena ia sudah kelas 5 dan pelajarannya semakin sulit. akupun agak kesulitan mengajarinya. hal ini juga diperlukan agar syamil siap belajar untuk ujian kesetaraan yang mungkin akan diikutinya akhir tahun ini. mudah-mudahan bisa ya.
Aku berencana mengembalikan syamil ke sekolah di SMP nanti. aku bertujuan untuk mengenalkan syamil dalam organisasi di sekolahnya. selepas SMP aku akan kembali memberi pilihan bagi syamil untuk sekolah atau homeschooling untuk fokus pada cita-citanya..berhubung sampai detik ini keinginannya masih ingin jadi chef jd mungkin pilihannya adalah homeschooling sambil sekolah masak di jakarta. yeah... let see what happen next.
Aku tidak kesulitan mendaftarkan kembali les-les bahasa inggris, jarimatika, taekwondo dan mengaji bagi anak-anak. Enaknya di sini semuanya dekat dengan rumah jadi tidak perlu jauh-jauh mengantar, bahkan mereka bisa pergi dan pulang sendiri dengan angkutan umum atau sepeda.
Khusus bagi Syamil aku mendaftarkannya ke tempat bimbingan belajar PRIMAGAMA karena ia sudah kelas 5 dan pelajarannya semakin sulit. akupun agak kesulitan mengajarinya. hal ini juga diperlukan agar syamil siap belajar untuk ujian kesetaraan yang mungkin akan diikutinya akhir tahun ini. mudah-mudahan bisa ya.
Aku berencana mengembalikan syamil ke sekolah di SMP nanti. aku bertujuan untuk mengenalkan syamil dalam organisasi di sekolahnya. selepas SMP aku akan kembali memberi pilihan bagi syamil untuk sekolah atau homeschooling untuk fokus pada cita-citanya..berhubung sampai detik ini keinginannya masih ingin jadi chef jd mungkin pilihannya adalah homeschooling sambil sekolah masak di jakarta. yeah... let see what happen next.
Ke taman Mini Indonesia Indah
Rumah ku di Tangerang akhirnya rampung juga. setelah nyaris 2 bulan berantakan dan porak poranda akibat renovasi akhirnya rapih juga. tapi salon 'baruku' belum di relaunching karena peralatan salonku yang masih di purwakarta. Nah ketika kami pulang ke purwakarta untuk mengambil sebagian peralatan salonku yang belum terangkut, Kamipun mampir untuk jalan-jalan ke taman mini Indonesia indah. lumayankan sambil menyelam minum air gitu..hwhw
Ini mungkin kali ketiga ataw ke empat kalinya aku ke TMII seumur hidup waktu aku SD, SMP dan SMA, lumayan tidak banyak perubahan kok, masih kayak dulu. pertama-tama yang ingin aku lakukan adalah naik kereta gantung..hehe terakhir waktu SMP. anak-anakku excited banget, dari atas aku menjelaskan pulau-pulau mini yang terhampar dibawah sana diantara danau buatan yang indah.
Kami kemudian ke taman burung, disana kami melihat-lihat berbagai jenis burung dari berbagai propinsi di Indonesia. dan last but not least adalah nonton teather IMAX di keong emas. disana kita nonton indonesia dan budayanya yang kaya. kalo untuk anak-anakku sih ga aneh. tapi bagiku kaya nonton tayangan jaman orde baru gitu. Filemnya sama, kayak yang aku tonton dulu waktu kecil...jadul banget...jadi inget masa SD SMP gitu...hehehe
Wah untuk mengelilingi TMII ga cukup sehari dua hari, besaaar dan luas banget sih. So jadi aku punya planning kapan-kapan dateng lagi deh ke sini. Karena udah cukup capek n kebetulan cuaca juga lumayan panas banget. so jadi keong emas adalah tempat terakhir yang kami.
Di TMII anak-anak bisa melihat-lihat miniatur indonesia dan menyaksikan budaya indonesia yang beragam.jadi ga cuma sekedar liat di TV atau buku IPS.meski waktu ga cukup karena masih banyak tempat dan museum-museum yang bakal kita kunjungi lain waktu nanti.
Ini mungkin kali ketiga ataw ke empat kalinya aku ke TMII seumur hidup waktu aku SD, SMP dan SMA, lumayan tidak banyak perubahan kok, masih kayak dulu. pertama-tama yang ingin aku lakukan adalah naik kereta gantung..hehe terakhir waktu SMP. anak-anakku excited banget, dari atas aku menjelaskan pulau-pulau mini yang terhampar dibawah sana diantara danau buatan yang indah.
Kami kemudian ke taman burung, disana kami melihat-lihat berbagai jenis burung dari berbagai propinsi di Indonesia. dan last but not least adalah nonton teather IMAX di keong emas. disana kita nonton indonesia dan budayanya yang kaya. kalo untuk anak-anakku sih ga aneh. tapi bagiku kaya nonton tayangan jaman orde baru gitu. Filemnya sama, kayak yang aku tonton dulu waktu kecil...jadul banget...jadi inget masa SD SMP gitu...hehehe
Wah untuk mengelilingi TMII ga cukup sehari dua hari, besaaar dan luas banget sih. So jadi aku punya planning kapan-kapan dateng lagi deh ke sini. Karena udah cukup capek n kebetulan cuaca juga lumayan panas banget. so jadi keong emas adalah tempat terakhir yang kami.
Di TMII anak-anak bisa melihat-lihat miniatur indonesia dan menyaksikan budaya indonesia yang beragam.jadi ga cuma sekedar liat di TV atau buku IPS.meski waktu ga cukup karena masih banyak tempat dan museum-museum yang bakal kita kunjungi lain waktu nanti.
Field trip ke Planetarium
Saatnya Liburaannnn…ehmm sebenarnya sih sama sekali ga ada istilah liburan untuk homeschooler karena everyday is holiday and every day is supposed to be learning day….. tapi berhubung les-les dan kursus anak-anak ikutan libur panjang, jadi dianggap liburan juga deh. kita akhirnya main ke Purwakarta.
After a week di Purwakarta nengokin abi nya yang terpaksa ditinggal sendirian di sana. Cause we have to move back in Tangerang, kita berencana main ke planetarium untuk belajar astronomi. Sekalian bawa barang-barang yg ga sempet keangkut waktu ke taman mini kemarin. Pagi-pagi kita berangkat menuju Tangerang sambil mampir ke planetarium. Lumayanlah daripada mahal-mahal sewa mobil seharian mending di manfaatin untuk jalan2 sekalian kan..
Pas sampai sana.. masih pagi niih. Tapi udah keabisan tiket untuk pertunjukan pukul 10. So harus ngantri untuk pertunjukan berikutnya deeh yang jam 11.30. tapi antriannya udah mengular. Tapi karena ngantrinya sambil duduk ga terlalu bête deh. Nah berhubung kapasitas kursi Cuma sekitar 300an jadi lumayan deg-degan juga takut ga kebagian tiket. Alhamdulillah akhirnya dapet juga tiket untuk pertunjukan. Tapiii ternyata nganti lagi boo untuk masuk ke studio yang mengarah ke tangga. Hmfff mulai bête dan gerah niih.. maklum musim liburan hari minggu lagi, jadi pengunjung membludak. Apalagi tiket masuknya sangat murah banget Cuma 7500 rupiah untuk dewasa dan 3500 rupiah untuk anak-anak.
Setelah menunggu setengah jam lebih akhirnya pintu studio dibuka juga. Berhubung tiket masuknya tidak bernomor seperti tiket bioskop, kita rebutan kursi yang paling nyaman untuk ditempati dan ga saling berjauhan dengan anak-anak. Makanya ga heran masuk studionya aja ngantri karena ga ada nomornya. Kalo aku sih sudah pernah ke planetarium . Jadi ga excited lagi nonton pertunjukannya. Pertunjukannya cukup menghibur dan informatif. Sayang teknologinya kurang canggih untuk jaman sekarang. Karena pertunjukannya sama dengan yang aku tonton 12 tahun lalu. Ga ada inovasi apa-apa, yah gimana lagi wong bayarnya juga murah kok jangan ngarep lebih yaa…hehe. Tapi gimanapun juga kalo untuk anak-anakku sih mereka happy dan suka ama pertunjukannya…seru kata ninis
Pulangnya kami mampir ke tempat makan nostalgia di ayam bakar Megaria sekalian shalat dhuhur. Kemudian kami bermaksud mampir ke museum gajah, tapi sayangnya sedang di tutup karena sedang dipugar. Soo kita pulang aja deh ke Tangerang
After a week di Purwakarta nengokin abi nya yang terpaksa ditinggal sendirian di sana. Cause we have to move back in Tangerang, kita berencana main ke planetarium untuk belajar astronomi. Sekalian bawa barang-barang yg ga sempet keangkut waktu ke taman mini kemarin. Pagi-pagi kita berangkat menuju Tangerang sambil mampir ke planetarium. Lumayanlah daripada mahal-mahal sewa mobil seharian mending di manfaatin untuk jalan2 sekalian kan..
Pas sampai sana.. masih pagi niih. Tapi udah keabisan tiket untuk pertunjukan pukul 10. So harus ngantri untuk pertunjukan berikutnya deeh yang jam 11.30. tapi antriannya udah mengular. Tapi karena ngantrinya sambil duduk ga terlalu bête deh. Nah berhubung kapasitas kursi Cuma sekitar 300an jadi lumayan deg-degan juga takut ga kebagian tiket. Alhamdulillah akhirnya dapet juga tiket untuk pertunjukan. Tapiii ternyata nganti lagi boo untuk masuk ke studio yang mengarah ke tangga. Hmfff mulai bête dan gerah niih.. maklum musim liburan hari minggu lagi, jadi pengunjung membludak. Apalagi tiket masuknya sangat murah banget Cuma 7500 rupiah untuk dewasa dan 3500 rupiah untuk anak-anak.
Setelah menunggu setengah jam lebih akhirnya pintu studio dibuka juga. Berhubung tiket masuknya tidak bernomor seperti tiket bioskop, kita rebutan kursi yang paling nyaman untuk ditempati dan ga saling berjauhan dengan anak-anak. Makanya ga heran masuk studionya aja ngantri karena ga ada nomornya. Kalo aku sih sudah pernah ke planetarium . Jadi ga excited lagi nonton pertunjukannya. Pertunjukannya cukup menghibur dan informatif. Sayang teknologinya kurang canggih untuk jaman sekarang. Karena pertunjukannya sama dengan yang aku tonton 12 tahun lalu. Ga ada inovasi apa-apa, yah gimana lagi wong bayarnya juga murah kok jangan ngarep lebih yaa…hehe. Tapi gimanapun juga kalo untuk anak-anakku sih mereka happy dan suka ama pertunjukannya…seru kata ninis
| Di depan planetarium |
| Dalam studio di depan proyektor |
| Berfoto sambil menanti pertunjukan |
Ke Kidzania lagi
Ninis Ulang tahun ke 8, September tanggal 2 dan aku berjanji untuk mengajaknya ke Kidzania. Rupanya pengalaman pertamanya ke Kidzania sangat berkesan sehingga Ninis bercita-cita untuk kembali mengunjungi Kidzania yang kedua kalinya.
Akhirnya aku penuhi janjiku untuk jalan-jalan ke Kidzania bersama keluarga kecil kami. Dengan menyewa mobil kami berangkat ke Kidzania , dengan maksud untuk mengikuti season pagi yang diadakan sejak jam 9-15, namun ketika jam 10 pagi kami datang ternyata tiket season pagi sudah habis dan terpaksa kami ikut season sore dari jam 15-21.
Waah selama itu menunggu ngapain aja yaah. Masalahnya mall pacific place itu mall yang sangat mewah dan segala yang ada disana itu sangat mahal untuk kalangan high end. Jadi gak mungkin kita belanja2 disana, window shoping juga Cuma bikin sakit ati..wkwk..jadilah kami duduk2 di coffe bean. Sambil minum kopi and cemilan2 yang harganya juga selangit. Kalo makan di fastfood kayak mcD sih masih jauh lebih murah.
Akhirnya kami memutuskan untuk nonton bioskop aja kebetulan jam tayangnya pas banget sama jadwal kidzania. Jadi ga bête nunggu kelamaan. Selepas nonton bioskop kami akkhirnya bisa masuk juga ke kidzania. Anak-anak hapyi banget….karena sudah familiar dengan tempatnya, mereka sudah berani keluyuran sendiri mencoba berbagai wahana di sana. Mereka enjoy banget mencoba berbagai bidang pekerjaan ninis mencoba bidang fashion model, acting, dentist, designer. Syamil mencoba jadi pemadam kebakaran, acting, dubber, pembersih kaca gedung, teknisi tv.
Aku ga sepenuhnya ngikutin mereka, karena ga kuat jalan sana-sini. Tapi yang paling berkesan buatku aku dan suami nonton pertunjukan Aladin di teater kidzania. Disana syamil berperan jadi Tuan Jaffar, ninis berperan jadi Ayahnya princess Jasmine. Lucu sih liat mereka kaku tapi mereka berani tampil udah bagus banget… Abi janji mau ngajak mereka lagi tahun depan kalo ga bosen…bagus lho untuk wawasan mereka tentang berbagai bidang karier jika mereka dewasa nanti.
Waah selama itu menunggu ngapain aja yaah. Masalahnya mall pacific place itu mall yang sangat mewah dan segala yang ada disana itu sangat mahal untuk kalangan high end. Jadi gak mungkin kita belanja2 disana, window shoping juga Cuma bikin sakit ati..wkwk..jadilah kami duduk2 di coffe bean. Sambil minum kopi and cemilan2 yang harganya juga selangit. Kalo makan di fastfood kayak mcD sih masih jauh lebih murah.
Akhirnya kami memutuskan untuk nonton bioskop aja kebetulan jam tayangnya pas banget sama jadwal kidzania. Jadi ga bête nunggu kelamaan. Selepas nonton bioskop kami akkhirnya bisa masuk juga ke kidzania. Anak-anak hapyi banget….karena sudah familiar dengan tempatnya, mereka sudah berani keluyuran sendiri mencoba berbagai wahana di sana. Mereka enjoy banget mencoba berbagai bidang pekerjaan ninis mencoba bidang fashion model, acting, dentist, designer. Syamil mencoba jadi pemadam kebakaran, acting, dubber, pembersih kaca gedung, teknisi tv.
Aku ga sepenuhnya ngikutin mereka, karena ga kuat jalan sana-sini. Tapi yang paling berkesan buatku aku dan suami nonton pertunjukan Aladin di teater kidzania. Disana syamil berperan jadi Tuan Jaffar, ninis berperan jadi Ayahnya princess Jasmine. Lucu sih liat mereka kaku tapi mereka berani tampil udah bagus banget… Abi janji mau ngajak mereka lagi tahun depan kalo ga bosen…bagus lho untuk wawasan mereka tentang berbagai bidang karier jika mereka dewasa nanti.
Back to Normal (istilah Syamil u balik ke Tangerang)
Sejak beberapa bulan lalu tepatnya awal September, saya dan anak-anak kembali tinggal di Tangerang. Awalnya kami berniat hanya tinggal sementara selama sebulan di rumah Tangerang untuk menunggui rumah selama renovasi. Namun suatu hari syamil mengutarakan keinginannya untuk “back to normal” maksudnya agar kita kembali tinggal di Tangerang dan tidak kembali ke Purwakarta.
Rupanya mereka tidak betah dan ingin kembali hidup “Normal” di Tangerang. Aku tentu kaget dengan keinginannya aku tidak langsung setuju karena kami sudah pindahan total ke purwakarta, tentu amat repot bila harus kembali angkat2 barang ke tangerang. Tentunya juga memindahkan semua kegiatan belajar mengajar kembali ke Tangerang meski bukan hal yang rumit karena untungnya anak-anak homeschooling jadi tidak terikat dengan jadwal kalender pendidikan sekolah.
Akhirnya dengan ijin dan restu Abinya anak-anak, kami kembali menata hidup di Tangerang. Menjalani kehidupan terpisah dengan sang suami sekaligus abinya anak-anak yang hanya bisa bertemu seminggu sekali setiap week end dan sebulan sekali kami mengunjungi Purwakarta, menengok rumah mungil kami yang kini ditempati sendirian oleh abi.
Ahh Sulit, namun memang aku akui aku sendiri tidak kerasan tinggal di Purwakarta, meski dekat dengan suami tercinta namun suasana komplek perumahan yang sunyi dan kurangnya aktivitas buat aku membuat hidupku rasanya boring dan ditambah kehilangan teman-temanku dan tentu saja kehilangan penghasilan dari usaha salon kecantikan yang sudah 8 tahun kurintis. Namun itu sama sekali tidak kusesali karena akhirnya kami bisa mewujudkan impian untuk bisa punya rumah sendiri meskipun nun jauh di Purwakarta.
Sekarang aku kembali di kota dimana aku dibesarkan dan anak-anakku dilahirkan. Akupun berniat kembali membuka bisnis yang sempat terhenti satu tahun ini. Mudah-mudahan diberi kelancaran dengan restu suamiku tercinta dan dukungan kedua orangtuaku. Aku juga tidak terlalu sedih melihat keadaan suamiku yang tidak lagi mengenaskan, tinggal di kos-kosan sempit dan pengap. Karena kini kami sudah memiliki tempat berteduh yang layak di purwakarta. Hitung-hitung jadi tempat liburan kami sebulan sekali….
Rupanya mereka tidak betah dan ingin kembali hidup “Normal” di Tangerang. Aku tentu kaget dengan keinginannya aku tidak langsung setuju karena kami sudah pindahan total ke purwakarta, tentu amat repot bila harus kembali angkat2 barang ke tangerang. Tentunya juga memindahkan semua kegiatan belajar mengajar kembali ke Tangerang meski bukan hal yang rumit karena untungnya anak-anak homeschooling jadi tidak terikat dengan jadwal kalender pendidikan sekolah.
Akhirnya dengan ijin dan restu Abinya anak-anak, kami kembali menata hidup di Tangerang. Menjalani kehidupan terpisah dengan sang suami sekaligus abinya anak-anak yang hanya bisa bertemu seminggu sekali setiap week end dan sebulan sekali kami mengunjungi Purwakarta, menengok rumah mungil kami yang kini ditempati sendirian oleh abi.
Ahh Sulit, namun memang aku akui aku sendiri tidak kerasan tinggal di Purwakarta, meski dekat dengan suami tercinta namun suasana komplek perumahan yang sunyi dan kurangnya aktivitas buat aku membuat hidupku rasanya boring dan ditambah kehilangan teman-temanku dan tentu saja kehilangan penghasilan dari usaha salon kecantikan yang sudah 8 tahun kurintis. Namun itu sama sekali tidak kusesali karena akhirnya kami bisa mewujudkan impian untuk bisa punya rumah sendiri meskipun nun jauh di Purwakarta.
Sekarang aku kembali di kota dimana aku dibesarkan dan anak-anakku dilahirkan. Akupun berniat kembali membuka bisnis yang sempat terhenti satu tahun ini. Mudah-mudahan diberi kelancaran dengan restu suamiku tercinta dan dukungan kedua orangtuaku. Aku juga tidak terlalu sedih melihat keadaan suamiku yang tidak lagi mengenaskan, tinggal di kos-kosan sempit dan pengap. Karena kini kami sudah memiliki tempat berteduh yang layak di purwakarta. Hitung-hitung jadi tempat liburan kami sebulan sekali….
Langganan:
Komentar (Atom)































