Minggu, 20 Januari 2013

Belajar sambil bermain jadi designer

Ninis bercita-cita jadi designer, sebuah profesi yang asyik menurutku. makanya aku selalu mendukung ninis untuk menggapai cita-citanya. mulai dari belajar melukis, main game dress up di internet sampai membelikan mainan Harumika yang lumayan mahal harganya. bagiku belajar jadi designer bagi anak-anak itu adalah bermain yang penting Ninis harus banyak terekspos dengan hal-hal yang berhubungan dengan fashion, baik itu game ataupun mainan2 yang dapat menumbuhkan minatnya terhadap fashion.

Nah...ketika kami sedang jalan-jalan ke Mall, kami mampir ketoko mainan toys city. Ninis ingin dibelikan mainan namanya Harumika. ketika aku lihat harganya...wahh 350 ribu rupiah.aku beli tas harga segitu aja mikir 1000 kali.hmmm tapi demi Ninis dan prinsip aku tadi terpaksa kubelikan juga, meski harus bayar pake kartu kredit. ngutang dulu ahh.

Nah harumika ini adalah mainan untuk anak perempuan yang terdiri dari patung manequin untuk design baju dan beberapa kain untuk dipakaikan pada manequin dan berbagai acsesoris pelengkapnya. mainan ini membutuhkan kreatifitas anak untuk membuat design-design baju boneka. keren kan...







Senin, 14 Januari 2013

Ternyata...PKBM nya dekat lhooo .

Beberapa hari yang lalu aku mengantarkan anak-anakku jajan di kompleks sekolahan sepulang les jarimatika. Mataku menangkap sebuah reklame mengenai pendaftaran Sekolah Paket A,B dan C yang diselenggarakan oleh sebuah PKBM yang bernama Insan Gemilang. reklame itu terpampang di pagar sebuah kantor dinas pendidikan  UPTD karawaci. Aku sempat bingung karena kantor itu dulunya adalah kantor kelurahan dan bukan sekali duakali aku lewat jalan itu. Apalagi sekolah SMA ku juga bersebelahan dengan kantor itu.

Tentu aku girang bukan kepalang...bayangan akan kerepotanku mendaftarkan dan mengantarkan anak-anakku  untuk ikut ujian kesetaraan langsung sirna.Terus terang, mendekati kelas enam bagi syamil membuat aku agak ribet mencari akses untuk ikut ujian kesetaraan. berkali-kali aku browsing untuk mencari lokasi PKBM terdekat di kotaku rasanya mentok. Bahkan aku sudah pasrah apabila aku harus mendaftarkan Syamil ke komunitas Berkemas di Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Tentu dengan "Penemuan" tidak terduga itu membuatku bernapas lega. Tanpa buang waktu aku langsung memarkir motorku di halaman parkir dan bertanya pada petugas disitu. sayang... pass banget jam istirahat jadi aku tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Kebetulan lagi hari ini jumat. jadi kuurungkan niatku untuk mencari tau, ah besok senin sajalah aku kembali lagi....batinku

Akhirnya hari senin tiba, tanpa berlama-lama pagi hari aku langsung meluncur ke kantor UPTD tempat pendaftaran ujian paket tersebut, sewaktu aku menanyakan pada bapak-bapak karyawan disana, sayang sekali lagi,  orang yang bertanggungjawab untuk menangani masalah PLS atau pendidikan luar sekolah sedang berada di kantor dinas pusat di kota. untunglah aku disambungkan per telepon untuk langsung berbicara dengan bapak A.R. Akupun menceritakan maksudku menanyakan ujian paket dan beliau pun menyanggupi untuk bertemu nanti sehabis istirahat siang.

Singkat kata, aku pun bertemu dengan bapak AR dan aku pun menceritakan maksudku untuk mengikut sertakan Syamil untuk ikut ujian kesetaraan paket A melalui PKBM yang beliau kelola. beliaupun memberi penjelasan dan yang membuat aku agak gimanaaa...gitu ternyata biayanya mahal juga yah..meski hal itu sudah kuprediksi. Padahal sepengetahuanku dari hasil browsing2 ujian paket itu gratis karena dibiayai APBD. Dan agak aneh lagi,  padahal syamil ujiannya masih lama yaitu bulan Oktober-November tapi kenapa harus daftar dan membayar biayanya sekarang ya????..ya sudahlah aku tidak mau banyak rewel,  aku bayar saja deh.

Nah masalah Syamil insya Allah sudah selesai, tinggal menanti saat ujian tiba sambil mempersiapkan segala sesuatunya dengan belajar.Namun bagi Ninis, ternyata agak sulit untuk ikut ujian karena tidak punya Nomor induk siswa. Ternyata menurut keterangan bapak AR, ujian paket A itu adalah untuk siswa yang putus sekolah bukan yang dari awal sudah homeschooling alias tidak pernah sekolah. Jadi syarat ujian paket adalah memiliki nomor induk siswa alias pernah sekolah tapi terputus di tengah jalan. So kesimpulannya adalah.... Ninis harus terdaftar dulu sebagai siswa untuk mendapatkan nomor induk, dengan kata lain Ninis harus mendaftar di sekolah SD yang mungkin harus mulai dari kelas satu lagi. Tentu saja aku sangat keberatan secara Ninis akan berumur 9 tahun dan sudah terlalu pandai untuk memulai dari kelas satu. yah... aku sedang mengusahakan untuk mendapatkan nomor induk siswa tanpa harus mengulang sekolah bagi  Ninis. kata Pak AR ada rekan kerjanya yang bisa mengusahakan hal tersebut. tapi pastilah UUD lah...ga tau deh ntar dicharge berapa,  padahal kan sekolah negeri gratis..ah kita liat aja nanti.Mudah-mudahan ga mahal-mahal amat...

Sabtu, 12 Januari 2013

Belajar Memasak makanan sehat (Cooking Demo)






Hari Sabtu tanggal 12 januari, aku dan anak-anak menghadiri acara demo memasak yang diselenggarakan oleh Es Teler 77 yang bertempat di menara Top food alam sutera. Awalnya aku mengira acara ini adalah semacam kursus singkat memasak untuk anak-anak. Secara waktu aku lihat reklamenya yang terpajang di Xbanner  depan outlet es teller 77 adalah" belajar memasak makanan sehat untuk anak bersama Chef Arman". Aku jelas girang banget dong karena Syamil bercita-cita ingin jadi seorang Chef,  jadi acara seperti ini bisa menjadi pengalaman yang bagus dan sekaligus bisa semakin menginspirasinya untuk lebih semangat menggapai cita-citanya tersebut. Dengan biaya perorang yang cukup murah yaitu 35 ribu rupiah, aku pun mengajak Syamil dan Ninis menghadiri acara tersebut,

Ternyata oh ternyata.... acaranya adalah cooking demo tentang cara pengolahan daging sapi import yang disponsori oleh importir daging sapi Australia. Awalnya sih kecewa juga, terutama Syamil yang sejak awal sudah berangan-angan belajar memasak langsung di acara itu. Namun, meski demikian banyak ilmu yang bermanfaat juga lho yang bisa aku bawa pulang dari acara tersebut.

Acara diawali dengan penyuluhan tentang kandungan gizi yang terkandung dalam daging sapi dan cara pengolahan daging sapi yang benar, serta keunggulan daging sapi Australia dibandingkan daging sapi lokal (kalo yang ini sih sifatnya promosi banget, tapi argumen mereka memang benar juga sih).  Penyuluhan mengenai gizi ini di presentasikan oleh pak Andra ahli gizi dari IPB. Pengetahuan yang disampaikan sangat informatif dan sejalan dengan pelajaran sains mengenai kandungan gizi makanan yang juga Syamil pelajari di mata pelajaran IPA. Hingga Syamil dan Ninis  yang awalnya terlihat bete, akhirnya mulai bisa menikmati acara tersebut. Apalagi menu-menu yang di demo kan adalah menu yang disukainya yaitu spagheti bolognese, beef brucheta, beef milanese dan beef finger. aku jadi tertarik mencobanya di rumah karena cara buatnya gampang dan cepat, tidak sampai setengah jam.

Pak Andra sedang menerangkan kandungan gizi daging sapi

Chef Anton in action

Voalaa....inilah hasil masakannya..hmmm looks yummy bikin ngiler

Pulangnya aku mendapatkan goodie bag yang berisi kumpulan resep, spatula, gantungan kunci dan ceumpal. lumayanlaah.......nanti kita praktekin sendiri di rumah yaa, janjiku pada syamil..

Selasa, 08 Januari 2013

Ninis belajar jadi model (narsis.com)

Ninis sangat suka difoto, posenya juga udah lumayan bagus cuma masih akting banget, ga natural. aku coba-coba jadi penata gayanya... ninis persis aku waktu masih kecil, suka difoto dan banci kamera banget. hehehe..kami foto-foto pake smartphone dan diedit pake picasa by google. lumayan lahh ...ninis tampak cukup photogenic. Nah ini dia sebagian foto-fotonya..








Senin, 07 Januari 2013

move back, learn more

Pasca perpindahan kembali ke Tangerang rasanya senang tapi juga sedih yaa. pertama karena aku seperti memiliki 'harga diri' lagi karena punya karir lagi dan sedih karena harus jauh dari abinya anak-anak. Anak-anak juga senang karena masing-masing sekarang punya kamar sendiri dan kembali dengan les dan kursus-kursus yang disukainya disini. dan yang paling utama mungkin teman-temannya disini.

Aku tidak kesulitan mendaftarkan kembali les-les bahasa inggris, jarimatika, taekwondo dan  mengaji bagi anak-anak. Enaknya di sini semuanya dekat dengan rumah jadi tidak perlu jauh-jauh mengantar, bahkan mereka bisa pergi dan pulang sendiri dengan angkutan umum atau sepeda.

Khusus bagi Syamil aku mendaftarkannya ke  tempat bimbingan belajar PRIMAGAMA karena ia sudah kelas 5 dan pelajarannya semakin sulit. akupun agak kesulitan mengajarinya. hal ini juga diperlukan agar syamil siap belajar untuk ujian kesetaraan yang mungkin akan diikutinya akhir tahun ini. mudah-mudahan bisa ya.

Aku berencana mengembalikan syamil ke sekolah di SMP nanti. aku bertujuan untuk mengenalkan syamil dalam organisasi di sekolahnya. selepas SMP aku akan kembali memberi pilihan bagi syamil untuk sekolah atau homeschooling untuk fokus pada cita-citanya..berhubung sampai detik ini keinginannya masih ingin jadi chef jd mungkin pilihannya adalah homeschooling sambil sekolah masak di jakarta. yeah... let see what happen next.


Ke taman Mini Indonesia Indah

Rumah ku di Tangerang akhirnya rampung juga. setelah nyaris 2 bulan berantakan dan porak poranda akibat renovasi akhirnya rapih juga. tapi salon 'baruku' belum di relaunching karena peralatan salonku yang masih di purwakarta. Nah ketika kami pulang ke purwakarta untuk mengambil sebagian peralatan salonku yang belum terangkut,  Kamipun mampir untuk jalan-jalan ke taman mini Indonesia indah. lumayankan sambil menyelam minum air gitu..hwhw

Ini mungkin kali ketiga ataw ke empat kalinya aku ke TMII  seumur hidup waktu aku SD, SMP dan SMA, lumayan tidak banyak perubahan kok, masih kayak dulu. pertama-tama yang ingin aku lakukan adalah naik kereta gantung..hehe terakhir waktu SMP. anak-anakku excited banget, dari atas aku menjelaskan pulau-pulau mini yang terhampar dibawah sana diantara danau buatan yang indah.



Kami kemudian ke taman burung, disana kami melihat-lihat berbagai jenis burung dari berbagai propinsi di Indonesia. dan last but not least adalah nonton teather IMAX di keong emas. disana kita nonton indonesia dan budayanya yang kaya. kalo untuk anak-anakku sih ga aneh. tapi bagiku kaya nonton tayangan jaman orde baru gitu. Filemnya sama, kayak yang aku tonton dulu waktu kecil...jadul banget...jadi inget masa SD SMP gitu...hehehe

Wah untuk mengelilingi TMII ga cukup sehari dua hari, besaaar dan luas banget sih. So jadi aku punya planning kapan-kapan dateng lagi deh ke sini. Karena udah cukup capek n kebetulan cuaca juga lumayan panas banget. so jadi keong emas adalah tempat terakhir yang kami.

Di TMII anak-anak bisa melihat-lihat miniatur indonesia dan menyaksikan budaya indonesia yang beragam.jadi ga cuma sekedar liat di TV atau buku IPS.meski waktu ga cukup karena masih banyak tempat dan museum-museum yang bakal kita kunjungi lain waktu nanti.


Field trip ke Planetarium

Saatnya Liburaannnn…ehmm sebenarnya sih sama sekali ga ada istilah liburan untuk homeschooler karena everyday is holiday and every day is supposed to be learning day….. tapi berhubung les-les dan kursus anak-anak ikutan libur panjang, jadi dianggap liburan juga deh. kita akhirnya main ke Purwakarta.

After a week di Purwakarta nengokin abi nya yang terpaksa ditinggal sendirian di sana. Cause we have to move back in Tangerang, kita berencana main ke planetarium untuk belajar astronomi. Sekalian bawa barang-barang yg ga sempet keangkut waktu ke taman mini kemarin. Pagi-pagi kita berangkat menuju Tangerang sambil mampir ke planetarium. Lumayanlah daripada mahal-mahal sewa mobil seharian mending di manfaatin untuk jalan2 sekalian kan..

Pas sampai sana.. masih pagi niih. Tapi udah keabisan tiket untuk pertunjukan pukul 10. So harus ngantri untuk pertunjukan berikutnya deeh yang jam 11.30. tapi antriannya udah mengular. Tapi karena ngantrinya sambil duduk ga terlalu bête deh. Nah berhubung kapasitas kursi Cuma sekitar 300an jadi lumayan deg-degan juga takut ga kebagian tiket. Alhamdulillah akhirnya dapet juga tiket untuk pertunjukan. Tapiii ternyata nganti lagi boo untuk masuk ke studio yang mengarah ke tangga. Hmfff mulai bête dan gerah niih.. maklum musim liburan hari minggu lagi, jadi pengunjung membludak. Apalagi tiket masuknya sangat murah banget Cuma 7500 rupiah untuk dewasa dan 3500 rupiah untuk anak-anak.

Setelah menunggu setengah jam lebih akhirnya pintu studio dibuka juga. Berhubung tiket masuknya tidak bernomor seperti tiket bioskop, kita rebutan kursi yang paling nyaman untuk ditempati dan ga saling berjauhan dengan anak-anak. Makanya ga heran masuk studionya aja ngantri karena ga ada nomornya. Kalo aku sih sudah pernah ke planetarium . Jadi ga excited lagi nonton pertunjukannya. Pertunjukannya cukup menghibur dan informatif. Sayang teknologinya kurang canggih untuk jaman sekarang. Karena pertunjukannya sama dengan yang aku tonton 12 tahun lalu. Ga ada inovasi apa-apa, yah gimana lagi wong bayarnya juga murah kok jangan ngarep lebih yaa…hehe. Tapi gimanapun juga kalo untuk anak-anakku sih mereka happy dan suka ama pertunjukannya…seru kata ninis

Di depan planetarium

 Dalam studio di depan proyektor

Berfoto sambil menanti pertunjukan
Pulangnya kami mampir ke tempat makan nostalgia di ayam bakar Megaria sekalian shalat dhuhur. Kemudian kami bermaksud mampir ke museum gajah, tapi sayangnya sedang di tutup karena sedang dipugar. Soo kita pulang aja deh ke Tangerang

Ke Kidzania lagi

Ninis Ulang tahun ke 8, September tanggal 2 dan aku berjanji untuk mengajaknya ke Kidzania. Rupanya pengalaman pertamanya ke Kidzania sangat berkesan sehingga Ninis bercita-cita untuk kembali mengunjungi Kidzania yang kedua kalinya. Akhirnya aku penuhi janjiku untuk jalan-jalan ke Kidzania bersama keluarga kecil kami. Dengan menyewa mobil kami berangkat ke Kidzania , dengan maksud untuk mengikuti season pagi yang diadakan sejak jam 9-15, namun ketika jam 10 pagi kami datang ternyata tiket season pagi sudah habis dan terpaksa kami ikut season sore dari jam 15-21.

Waah selama itu menunggu ngapain aja yaah. Masalahnya mall pacific place itu mall yang sangat mewah dan segala yang ada disana itu sangat mahal untuk kalangan high end. Jadi gak mungkin kita belanja2 disana, window shoping juga Cuma bikin sakit ati..wkwk..jadilah kami duduk2 di coffe bean. Sambil minum kopi and cemilan2 yang harganya juga selangit. Kalo makan di fastfood kayak mcD sih masih jauh lebih murah.

Akhirnya kami memutuskan untuk nonton bioskop aja kebetulan jam tayangnya pas banget sama jadwal kidzania. Jadi ga bête nunggu kelamaan. Selepas nonton bioskop kami akkhirnya bisa masuk juga ke kidzania. Anak-anak hapyi banget….karena sudah familiar dengan tempatnya, mereka sudah berani keluyuran sendiri mencoba berbagai wahana di sana. Mereka enjoy banget mencoba berbagai bidang pekerjaan ninis mencoba bidang fashion model, acting, dentist, designer. Syamil mencoba jadi pemadam kebakaran, acting, dubber, pembersih kaca gedung, teknisi tv.







Aku ga sepenuhnya ngikutin mereka, karena ga kuat jalan sana-sini. Tapi yang paling berkesan buatku aku dan suami nonton pertunjukan Aladin di teater kidzania. Disana syamil berperan jadi Tuan Jaffar, ninis berperan jadi Ayahnya princess Jasmine. Lucu sih liat mereka kaku tapi mereka berani tampil udah bagus banget… Abi janji mau ngajak mereka lagi tahun depan kalo ga bosen…bagus lho untuk wawasan mereka tentang berbagai bidang karier jika mereka dewasa nanti.

Back to Normal (istilah Syamil u balik ke Tangerang)

Sejak beberapa bulan lalu tepatnya awal September, saya dan anak-anak kembali tinggal di Tangerang. Awalnya kami berniat hanya tinggal sementara selama sebulan di rumah Tangerang untuk menunggui rumah selama renovasi. Namun suatu hari syamil mengutarakan keinginannya untuk “back to normal” maksudnya agar kita kembali tinggal di Tangerang dan tidak kembali ke Purwakarta.

Rupanya mereka tidak betah dan ingin kembali hidup “Normal” di Tangerang. Aku tentu kaget dengan keinginannya aku tidak langsung setuju karena kami sudah pindahan total ke purwakarta, tentu amat repot bila harus kembali angkat2 barang ke tangerang. Tentunya juga memindahkan semua kegiatan belajar mengajar kembali ke Tangerang meski bukan hal yang rumit karena untungnya anak-anak homeschooling jadi tidak terikat dengan jadwal kalender pendidikan sekolah.

Akhirnya dengan ijin dan restu Abinya anak-anak, kami kembali menata hidup di Tangerang. Menjalani kehidupan terpisah dengan sang suami sekaligus abinya anak-anak yang hanya bisa bertemu seminggu sekali setiap week end dan sebulan sekali kami mengunjungi Purwakarta, menengok rumah mungil kami yang kini ditempati sendirian oleh abi.

Ahh Sulit, namun memang aku akui aku sendiri tidak kerasan tinggal di Purwakarta, meski dekat dengan suami tercinta namun suasana komplek perumahan yang sunyi dan kurangnya aktivitas buat aku membuat hidupku rasanya boring dan ditambah kehilangan teman-temanku dan tentu saja kehilangan penghasilan dari usaha salon kecantikan yang sudah 8 tahun kurintis. Namun itu sama sekali tidak kusesali karena akhirnya kami bisa mewujudkan impian untuk bisa punya rumah sendiri meskipun nun jauh di Purwakarta.

Sekarang aku kembali di kota dimana aku dibesarkan dan anak-anakku dilahirkan. Akupun berniat kembali membuka bisnis yang sempat terhenti satu tahun ini. Mudah-mudahan diberi kelancaran dengan restu suamiku tercinta dan dukungan kedua orangtuaku. Aku juga tidak terlalu sedih melihat keadaan suamiku yang tidak lagi mengenaskan, tinggal di kos-kosan sempit dan pengap. Karena kini kami sudah memiliki tempat berteduh yang layak di purwakarta. Hitung-hitung jadi tempat liburan kami sebulan sekali….