Kamis, 20 Januari 2011

Anak Homeschooling Tidak Bisa Bersaing?

Anak homeschooling tidak terbiasa bersaing, dan ketiadaan pesaing (teman-teman sekelas yang harus dikalahkan) akan menjadikan mereka orang-orang lemah.

Benarkah itu?

Kenyataannya, di Amerika Serikat, kompetisi mengeja Spelling Bee seringkali dimenangkan oleh anak homeschooling, begitu pula berbagai kompetisi robotik, kompetisi matematika nasional, Geography Bee, dan banyak lagi. Termasuk kompetisi sains NASA (lihat artikel Rumah Inspirasi). Anak homeschooling diterima masuk ke universitas bergengsi seperti Stanford, Yale, Harvard, dan lain-lain dengan menerima beasiswa. Menjadi anak homeschooling bukan berarti tidak bisa bersaing.
Anak-anak homeschooling bersaing dalam bidang-bidang yang menjadi kekuatan mereka. Dan karena tidak perlu membuang waktu untuk tetek bengek lain, mereka bisa lebih bisa memfokuskan upaya dan kekuatannya untuk menang dalam persaingan yang mereka pilih itu. Dalam urusan persaingan, anak homeschooling jelas berada pada posisi yang lebih menguntungkan.
Motivasi untuk berjuang bagi anak homeschooling tidak datang dari kompetisi, melainkan dari hasrat dan semangat dalam diri mereka sendiri. Kenyataannya banyak anak homeschooling yang belajar pada tingkat 2-3 tahun di atas anak-anak seumur (bahkan lebih dari itu). Ini berkat pengajaran satu-lawan-satu yang terbukti efektif, penghargaan pada minat dan bakat anak itu sendiri, dan fleksibilitas dalam homeschooling.

by. Andini Rizky (Homeschooling Indonesia)

1 komentar:

  1. Sepakat.. Anak-anak HS bisa belajar mandiri dan bisa belajar banyak tanpa terikat kurikulum.. dan bersaingnya adalah persaingan yang bermutu ketimbang persaingan di sekolah yang tingkatannya sama.

    BalasHapus