Senin, 17 Januari 2011

Belajar terbiasa dengan homeschooling (I’ll get used to it, no regret)

Sudah hampir satu bulan aku menjalani homeschooling bersama anak-anak. Lumayan berat dan cukup melelahkan banget. Tapi sama sekali tidak menyesal karena anak-anak juga sejauh ini happy2  aja. Dipikir-pikir dulu sebelum anak-anak homeschooling, kegiatan aku sehari-hari yang rutin adalah menyiapkan anak-anak dan mengantar jemput anak sekolah.

Waktu anak sibuk disekolah ada jeda waktu sekitar 5 jam lebih, biasanya waktu tersebut aku gunakan untuk sarapan sambil ngopi, browsing, trus beres-beres rumah deh, nikmaaaat banget rasanya, rumah sepiiii…. tanpa anak-anak yang berisik dan suka mondar-mandir hingga rumah yang sedang dibereskan tidak kunjung selesai. Atau saat mengantar  anak ke sekolah aku kadang nongkrong di sana sambil ngobrol ngalor ngidul yang kebanyakan ga penting bahkan menjurus ngegosip. Saat ini praktis aku kehilangan masa-masa itu, kangen? Ah nggak tuh!!! Sumpah….

Pada dasarnya aku memang orang rumahan, lebih senang berada dirumah daripada kongkow2 ga jelas. Malah terus terang aku agak muak dengan sosialisasi ibu-ibu yang suka nongkrong menunggu anak-anak selesai sekolah. Bayangkan menunggu dari pukul 7 hingga tengah hari bukanlah waktu yang pendek . konon biasanya para ibu2 menunggu nak-anaknya sambil arisan, kongkow di salon, ngegosip di kantin atau bahkan ada yang jalan ke Mall. Penampilan mereka juga ngga seperti orang yang sekedar ngantar anak kesekolah tapi rapi jali seperti mau jalan ke mall. Maklumlah aku memang menyekolahkan anakku di sekolah yang tergolong favorit di kota ini. Ga heran yang bersekolah disini banyak dari mereka yang dari kalangan berada.

Sekarang aku praktis menghabiskan waktuku hampir 24 jam bersama anak-anak, kecuali hari-hari tertentu dimana anak-anak harus les,dan latihan. Rumah hampir tidak pernah terlihat rapih, belajar, dan beraktivitas bersama anak-anak sepanjang hari. Aku selalu ada ketika mereka membutuhkan aku,  kini bertambah lagi pekerjaan muliaku sebagai ibu yang mengabdikan jiwa,raga dan pikiranku untuk anak-anakku, untuk keluargaku. Kini harus lebih bertanggung jawab terhadap masa depan mereka. Bila ada pepatah  yang mengatakan bahwa membekali anak dengan  ilmu adalah lebih berharga dibanding harta, sesungguhnya hal itu selaras dengan semangat homeschooling bukan?.

Ngga apa-apa nak nanti juga ummi terbiasa, we’ll get used to it, we’ll get through it together……..with the homeschool spirit. I’m sure Allah help us…amien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar