Orangtua homeschooling benar-benar membekali sendiri ilmu untuk anaknya, bukan sekedar dititipkan pada lembaga sekolah yang belum tentu menjamin kesuksesan masa depannya. Kalo ada yang bilang sekolah aja belum tentu sukses, gimana yang homeschooling? Hmmm…. tapi gimana bila logikanya dibalik, kalo sekolah aja belum tentu sukses kenapa nggak homeschooling aja? Karena homeschooling bisa lebih fokus pada minat anak untuk mengembangkan life skillnya. Costumized, disesuaikan dengan kondisi, minat, bakat dan cita-citanya.
Kebayang nggak, misalnya kita memakai pakaian yang kita pesan di tukang jahit profesional dibandingkan dengan membeli pakaian jadi hasil jahitan massal. Hasil jahitan yang dipesan khusus akan lebih enak dan pas dipakai dibadan kita kan? karena ukurannya disesuaikan dengan ukuran tubuh kita, begitu pula dengan design, motif dan kualitas bahan juga sesuai dengan yang kita inginkan. Sedangkan pakaian yang diproduksi massal, ada saja yang ngga pas, entah tangannya kepanjangan, lingkar dada terlalu sempit, motif kurang sreg, design yang ga banget, bahkan bahan yang kurang nyaman. Meski demikian baju yang dipesan khusus memang bisa lebih mahal tapi tidak mustahil bahkan jauh lebih murah. Begitu juga homeschooling bisa jadi mahal tapi juga bisa dibikin murah, tergantung masing-masing orangtua memaknai proses belajar itu sendiri.
Ada juga orang tua yang lebih nyaman bergabung dengan komunitas homeschooling yang mulai marak di Indonesia khususnya kota2 besar, tentunya komunitas HS yang biasanya berbentuk lembaga tersebut mematok biaya yang bervariasi, namun pada umumnya cukup mahal bahkan ada yang menguras kantong tiap bulannya. Bayangkan dari uang pangkal yang jumlahnya jutaan ditambah iuran bulanan yang jumlahnya ratusan ribu. Bahkan ada lembaga yang mengatasnamakan homeschooling tapi muridnya menggunakan seragam dan gedung sekolah, nah lho….apa bedanya dengan sekolah umum kalo begitu?.
Homeschooling kini memang mulai menjadi tren dan menjadi bisnis nan rancak, (kata orang padang). Lucunya, kalo bisa dibilang begitu, homeschooling sampai dijadikan franchise bisnis segala. Ada sih yang setuju, sah-sah aja kok. Tapi sepertinya bagi para praktisi homeschooling sejati, fenomena itu dianggap sangat menyedihkan, karena homeschooling jadi terasa kehilangan makna. Tidak heran banyak orang yang tidak paham homeschooling akan mengganggap homeschooling itu mahal dan hanya untuk kalangan tertentu. Bahkan banyak yang salah paham dengan banyaknya mitos2 menyesatkan mengenai homeschooler yang terkesan negatif dan memojokan.
Tapi sudahlah, kenyataannya banyak kesalahpahaman itu tidak terbukti, masalah bisnis? Ah biarlah, itu urusan mereka yang kurang percaya diri dan terlalu khawatir dengan legalitas HS. Makanya bisnis homeschooling jadi trend. Coba kalo mereka lebih percaya kemampuan diri dan anak , percaya pada legalitas HS dan tidak perlu takut hidup dengan semata-mata mengandalkan selembar ijazah, kita tidak perlu lembaga2 itu.
So parents….lets get costumize learning for our children!!! go homeschool..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar