Syamil dan Ninis sudah terbiasa diberi uang jajan dan mengerti bahwa 1000 itu recehan dan 50.000 atau 100.000 adalah uang yang nilainya cukup besar. Syamil sendiri ketika masih sekolah dulu, biasa saya beri uang saku Rp.3000-Rp.5000 perhari. Sedang Ninis paling besar hanya Rp.2000. Kini setelah Homeschooling, uang jajan tersebut masih berlaku namun diberikan setelah menjalankan kewajibannya terlebih dahulu.
Syamil ketika masih sekolah seringkali menghabiskan uang jajannya untuk mainan atau jajanan yang tidak jelas, kini mulai belajar menabung. Meski tabungannya hanya ‘kuat’ beberapa hari saja lalu dengan cepat dibelikan mainan lagi, tapi nggak masalah, Toh itu haknya kan. Sedangkan Ninis sepertinya memang belum tertarik minta uang jajan tiap hari.
Aku memang sudah membiasakan kepada anak-anak untuk mengenal nilai uang dan nilai suatu benda. Dari mulai ribuan, ratusan ribu hingga jutaan. Jadi mereka misalnya mengerti nilai harga sepatunya atau tasnya sendiri termasuk murah atau mahal. Atau mereka juga mengerti ketika saya meminta mereka untuk berbelanja ke warung depan rumah membeli suatu barang dengan uang yang nilainya cukup besar berarti harus ada kembaliannya, meski belum mengerti jumlahnya secara detail.
Pada Syamil, saya hanya memberi pelajaran penjumlahan, pengurangan dan kelipatan. Karena syamil kebetulan bertanya apasih maksudnya “dua kali lipat” itu (dalam konsep uang)?. Tidak sulit menjelaskannya karena kami belajar langsung dengan menggunakan uang koin dan kertas agar lebih kongkrit. Nanti setelah paham betul barulah aku nanti memberinya soal-soal yang sifatnya abstrak atau sekedar deretan angka2 dibuku latihannya.
Jadi santai sajalah…yang terpenting dari ini semua, belajar konsep uang bukan hanya belajar nilai suatu mata uang, tapi juga belajar menghargai dan mempergunakan uang dengan bijaksana dan tentunya mendapatkannya juga harus dengan cara yang halal dan diridhoi Allah. Agar kelak Anak-anakku bisa menjadi manusia yang berahlak yang meski berharta namun tidak lupa untuk selalu beramal dengan hartanya. Karena menyadari harta dunia adalah hanya titipan Nya semata. Amien……

Tidak ada komentar:
Posting Komentar